Cetak Kader yang Militan dan Tangguh, PC GP Ansor Manokwari Selatan Selenggarakan DTD

0
238
Abdul Salam, Sekretaris PW GP Ansor Papua Barat, saat memyampaikan amanat dalam DTD kader PC GP Ansor Manokwari Selatan, Jumat (7/1/2022).
Spread the love

MANOKWARI SELATAN, jurnalpapua.id – Langkah progresif Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Manokwari Selatan dalam mencetak kader yang tangguh, militan dan kuat dalam hal mental, intelektual dan spiritual, terus bergulir. Mengawali tahun 2022, badan otonom NU ini menggelar Pendidikan dan Pelatihan Terpadu Dasar (DTD) terhadap kader baru yang akan memperkuat formasi GP Ansor Manokwari Selatan.

Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari, mulai 7 sampai 9 Januari 2022 di Balai Kampung Margomulyo Distrik Oransbari Kabupaten Manokwari Selatan ini, dibuka Wakil Ketua 1 DPRD Mansel, Luter E. Waran. Turut hadir saat pembukaan, Komandan Kodim 1808 Manokwari Selatan, Ketua MUI Mansel Jannah Anwar Mandacan SH, MH yang juga Kepala Distrik Ransiki, Ketua PHBI, jajaran Syuriah, Mustasyar serta Ketua PCNU dan Banom PCNU Mansel.

Abdul Salam, Sekretaris Pengurus Wilayah GP Ansor Papua Barat menjelaskan, DTD merupakan kegiatan wajib yang harus diikuti oleh individu kader Nahdlatul Ulama usia dewasa, sebagai syarat menjadi anggota Ansor Banser. Dengan metode kompilasi, kegiatan ini merupakan materi Pelatihan Kader Dasar (PKD) yang biasa digunakan oleh Ansor untuk menerima anggota baru dan materi pendidikan latihan dasar (DIKLATSAR) yang diterapkan Banser untuk penerimaan anggota. 

Melalui materi yang diberikan selama diklat, diharapkan visi misi dan tujuan GP Ansor dapat diaplikasikan oleh individu kader dimana pun berada.

Dijelaskan Abdul Salam, secara garis besar ada 3 tujuan GP Ansor dalam melaksanakan kegiatan ini. Pertama, membentuk dan mengembangkan generasi muda Indonesia sebagai kader bangsa yang cerdas dan tangguh, memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, berkepribadian luhur, berakhlak mulia, sehat, terampil, patriotik, ikhlas dan beramal shalih. Kedua, menegakkan ajaran Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah dengan menempuh manhaj salah satu madzhab empat di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Yang ketiga, membentuk kader yang berperan secara aktif dan kritis dalam pembangunan nasional demi terwujudnya cita-cita kemerdekaan Indonesia yang berkeadilan, berkemakmuran, berkemanusiaan dan bermartabat bagi seluruh rakyat Indonesia yang diridhoi Allah SWT,” kata Abdul Salam, Jumat (7/1/2022). JP03

Google search engine

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here