Alfons Manibuy; SDM Lokal yang Unggul, Modal Utama Mengelola Sumber Daya Alam Bintuni

0
212
drg. Alfons Manibuy DESS, Bupati Teluk Bintuni Periode 2005 - 2015.
Spread the love

BINTUNI, jurnalpapua.id – Sumber daya alam yang berlimpah di Kabupaten Teluk Bintuni, tidak akan bermakna apa-apa bagi anak negeri selama kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) tidak mumpuni.

Dengan kualitas SDM yang rendah, Orang Asli Papua (OAP) khususnya masyarakat 7 suku sebagai pemilik ulayat Tanah Sisar Matiti, selamanya akan menjadi penonton atas potensi sumber daya alam yang dikelola orang luar.    

“Potensi yang besar ini tidak bermakna apa-apa kalau kita sendiri tidak siap. Pak bupati (Petrus Kasihiw) tadi sampaikan, uang kita dikelola orang lain. Supaya uang ini kita kelola sendiri, perlu sebuah proses pendidikan yang baik dan tepat. Saya sebutkan tadi pendidikan karakter yang benar, diisi dengan rencana pengembangan SDM yang tepat juga,” kaya Alfons Manibuy, usai Seminar Nasional dan Diskusi bertema ‘Membangun Teluk Bintuni dengan Semangat Kebersamaan’ di GSG, Rabu (31/5/2023).

Mantan Bupati Teluk Bintuni dua periode ini, menjadi salah satu nara sumber dalam kegiatan yang digagas Perkumpulan Bin Madag Hom, bersama dengan Petrus Kasihiw MT, Bupati Teluk Bintuni saat ini.

Baca juga: Seminar Bin Madag Hom Menjadi Tonggak Membangun Bintuni dalam Semangat Kebersamaan

Ditegaskan Alfons, untuk melaksanakan pendidikan yang berkualitas harus dimulai dari perencanaan pengembangan SDM yang bagus. Ini adalah bagian dari proses investasi masa depan di bidang SDM, yang akan menjadi modal utama Teluk Bintuni dalam mengelola SDA.

“Saat ini kita hanya kaya sumberdaya alam, tapi sesungguhnya kita tidak kaya uang. Situasi inilah yang harus kita benahi, bagaimana kekayaan alam ini bisa kita kelola sendiri menjadi uang,” tandasnya.

Menurut Alfons, rencana pengembangan SDM yang berkualitas itu harus dimulai sejak pendidikan paling dasar. Dari anak duduk di bangku Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), SD, SMP hingga SMA.

“Saya percaya begini, kalau kita mau supaya nanti anak-anak memiliki pendidikan yang bagus, dasarnya harus bagus. Karena kalau pendidikan dasarnya tidak bagus, kita akan tempatkan di kampus yang bagus pasti akan drop out,” tukasnya.

Untuk mewujudkan pengembangan SDM yang kompeten, kata Alfons, intervensi dari Pemerintah Daerah mutlak dilakukan. Sebagai mantan Bupati Teluk Bintuni, Alfons tahu Pemerintah Daerah ini memiliki kapasitas dan kemampuan financial untuk merencanakan dan memfasilitasi anak negeri untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas.

“Tadi saya sudah sampaikan ke Pak Bupati, entah beliau setuju atau tidak. Ada dana Otsus Pendidikan yang bisa dikelola untuk membiayai anak-anak kita mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Bagi anak-anak yang memiliki potensi, kita tanggung pendidikannya sampai di manapun. Jangankan kita bicara Teluk Bintuni yang baru, Australi sebagai Negara yang sudah maju, (biaya pendidikan) anak-anak di sana ditanggung pemerintah. Jadi untuk kita di Bintuni, perlu upaya percepatan, akselerasi. Pemerintah harus bantu memfasilitasi,” ungkap Alfons.

Pentingnya investasi di bidang SDM anak negeri ini, juga ia pesankan kepada para Bupati Teluk Bintuni yang akan datang.

Sebagai daerah yang masih baru tumbuh, Bintuni belum banyak memiliki SDM yang hebat dan maju. Dikatakan Alfons, dari segi pendidikan dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Bintuni masih kalah dengan Fakfak.

“Maka tidak ada cara lain, bupati berikut harus meneruskan apa yang sudah kita bangun, lebih fokus, lebih tepat dalam merencanakan pengembangan SDM. Benahi sekolah kembali, supaya lebih berkualitas,” tukasnya.

Kepala daerah jangan hanya berpikir aspek kuantitas, tetapi berpikir bagaimana meningkatkan cakupan angka partisipasi dan mulai masuk pada aspek kualitas. Bukan hanya mengejar kuantitatif, tapi masuk pada aspek kualitatif.

Pasalnya, lanjut Alfons, SDM yang berkualitas itu yang akan hadir menjadi modal paling utama dalam pembangunan Teluk Bintuni.

“Bukan hanya mengandalkan potensi SDA. Orang harus mampu dulu, punya kompetensi, punya kecerdasan, baru mampu mengelola barang ini (SDA) menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kabupaten, bagi rakyat, bagi semua orang. Jadi saya pikir itu pesan saya kepada bupati yang berikut. Kalau mau Bintuni maju, baiklah pada semua orang, sayang pada semua orang, pasti pembangunan berjalan,” kata Alfons. JP01

Google search engine

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here