PKS Minta Pemerintah Fokus Lindungi Pasien Kronis dari Risiko Kenaikan Harga Obat

0
3
ilustrasi
Google search engine
Spread the love

JAKARTA, jurnalpapua.id – Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, mendesak pemerintah agar memastikan ketersediaan dan keterjangkauan obat bagi masyarakat tetap aman. Desakan ini muncul sebagai respons terhadap potensi lonjakan harga obat akibat pelemahan nilai tukar rupiah serta ketidakpastian geopolitik dunia.

“Yang harus menjadi perhatian utama adalah jangan sampai masyarakat, terutama pasien yang bergantung pada obat rutin, justru menjadi pihak paling terpukul oleh guncangan ekonomi dan konflik global,” ujar Netty dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul informasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang menyebut potensi kenaikan harga obat masih tinggi. Pasalnya, ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku farmasi impor hingga kini masih sangat besar.

Menurut Netty, kondisi ini menunjukkan bahwa ketahanan farmasi nasional masih menghadapi tantangan serius.

“Kita perlu menjadikan situasi ini sebagai alarm untuk mempercepat kemandirian farmasi nasional. Ketergantungan yang terlalu besar terhadap bahan baku impor membuat sistem kesehatan kita rentan terhadap fluktuasi kurs maupun gangguan rantai pasok global,” tegas politisi Fraksi PKS tersebut.

Netty juga mengapresiasi langkah BPOM dan pemerintah yang telah menyiapkan berbagai strategi mitigasi, mulai dari diversifikasi pemasok bahan baku, optimalisasi produksi dalam negeri, penguatan pengawasan, hingga percepatan akses obat.

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa seluruh kebijakan yang diambil harus bermuara pada perlindungan masyarakat sebagai pengguna layanan kesehatan.

 “Pasien hipertensi, diabetes, jantung, kanker, maupun penyakit kronis lainnya membutuhkan obat setiap hari. Karena itu, stabilitas harga dan ketersediaan obat harus menjadi prioritas utama,” tandasnya.

Netty juga mendorong pemerintah untuk memperkuat produksi bahan baku obat dalam negeri melalui dukungan riset, pemberian insentif bagi industri, serta kolaborasi lintas kementerian.(JP02)

Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here