Dua Kali Menjadi Nahkoda Golkar Bintuni, Anisto Ungkap Rahasia Terpilih Aklamasi

0
193
Yohanis Manibuy, Ketua DPD II Partai Golkar Bintuni yang terpilih secara aklamasi dalam Musda IV Partai Golkar, Senin (11/10/2021). Foto: Tantowi/JP
Spread the love

BINTUNI, jurnalpapua.id – Panitia Pengarah Musda IV DPD II Partai Golkar Kabupaten Teluk Bintuni, mensyaratkan dukungan minimal 30 persen dari 24 Komisariat Distrik (Komdis) terhadap bakal calon ketua DPD Golkar Bintuni untuk lolos sebagai calon.

Ketentuan yang sudah tertulis dalam formulir pendaftaran bakal calon ketua ini, merepotkan sejumlah kader Partai Golkar Bintuni saat mengembalikan formulir ke meja panitia, pada Minggu (10/10/2021) lalu.

Para kandidat bakal calon, termasuk Matret Kokop SH, tidak melampirkan pernyataan dukungan dari komdis. Penyebabnya, mereka tidak tahu siapa saja Komdis Golkar yang terbaru setelah Komdis lama berstatus demisioner.

“Bagaimana saya mau mencari dukungan itu, sementara saya tidak tahu siapa pemilik suara dalam musda ini,” kata Matret Kokop.

Pernyataan yang sama juga disampaikan Yohanes Akwan, Markus Samaduda dan Mektison Meven, bakal calon ketua lainnya, yang mengembalikan formulir tanpa lampiran surat pernyataan dukungan minimal 30 persen.

Satu-satunya bakal calon ketua yang mengembalikan formulir dengan lampiran dukungan komdis adalah Yohanis Manibuy alias Anisto. Saat mengembalikan formulir ke meja panitia pengarah pada Sabtu (10/10/2021) lalu, Ketua DPD II Golkar non aktif ini melampirkan dukungan dari 24 Komdis.

Berita terkait:

Anisto Kembali Terpilih Sebagai Ketua DPD II Golkar Bintuni

Musda IV Golkar Bintuni Berpotensi Ricuh, Panitia Pengarah Dinilai Tidak Transparan

Kepada wartawan media ini, Anisto mengaku mendapatkan data komdis itu dari Pelaksana Tugas (Plt) pengurus DPD II Partai Golkar. Data itu bisa diketahuinya, lantaran ia intens melakukan komunikasi dengan Plt Ketua dan pengurus lainnya.

“Data itu kan yang pegang Plt Ketua. Sebenarnya teman-teman yang lain juga bisa mengakses data ini, kalau mereka berkomunikasi dengan Plt. Saya bisa tahu dan mendapatkan datanya, karena saya bangun komunikasi dengan beliau-beliau itu,” beber Anisto.

Sebagai kader partai, komunikasi dengan jajaran pengurus yang memiliki kewenangan dalam mempersiapkan musda adalah penting. Hal ini untuk mengetahui setiap perkembangan yang terjadi, karena jadwal Musda yang terus berubah menyesuaikan dengan kesiapan Ketua DPD I Golkar Papua Barat.

“Karena saya intens berkomunikasi, setiap perubahan dari proses pelaksanaan musda ini saya tahu. Hal ini yang seharusnya juga dilakukan teman-teman kader yang lain,” tandasnya. Sebagai satu-satunya bakal calon yang melampirkan pernyataan dukungan dari Komdis, Anisto akhirnya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Golkar Periode 2020 – 2025 dalam Musda ke IV. JP01

Google search engine

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here