Modus Tempel di SPBU hingga Minimarket, Polda Jateng Ungkap 15 Paket Sabu Jaringan Sragen

0
1
dok humas polri
Google search engine
Spread the love

SRAGEN,jurnalpapua.id – Dua pria asal Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, diringkus aparat kepolisian pada Minggu (19/4/2026) dini hari karena diduga menjadi kurir sabu-sabu di ruas Jalan Solo–Tawangmangu, wilayah Karanganyar. Penanganan kasus ini kini dilimpahkan ke Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Jawa Tengah.

Direktur Reserse Narkoba Polda Jateng, Kombes Pol Yos Guntur, menjelaskan bahwa penangkapan berawal dari laporan masyarakat di Kecamatan Jaten, Karanganyar.

“Hasil penyelidikan di lapangan membawa petugas ke sebuah toko kelontong di Dagen, Jaten, sekitar pukul 02.00 WIB. Di lokasi itu, polisi mengamankan dua orang yang masing-masing berinisial MIS (33), warga Karangmalang, Sragen, dan ARS (25), warga Gondang, Sragen. MIS diduga berperan sebagai kurir, sementara ARS terlibat dalam distribusi barang terlarang tersebut.”terang Kombes Pol Yos Guntur.

Dirinya menambahakan, dari penggeledahan awal, petugas menemukan satu bungkus sabu di saku celana MIS, ditambah tujuh bungkus lain di dalam tas selempangnya. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, MIS mengaku masih menyimpan tujuh paket sabu tambahan yang sudah diletakkan di sejumlah titik berbeda.

“Pengembangan kasus ini lantas memperlihatkan pola distribusi yang terstruktur. Petugas menemukan paket-paket sabu yang tersebar di berbagai lokasi, mulai dari area SPBU Palur, sekitar mesin ATM, warung, minimarket di Pucangsawit Solo, hingga kawasan dekat Palur Plaza Karanganyar.”imbuhnya

Yos Guntur menambahkan bahwa para tersangka menggunakan sistem tempel untuk menghindari deteksi langsung. Dalam modus ini, barang diletakkan di lokasi tertentu tanpa perlu bertatap muka antara penjual dan pembeli. Dari hasil pengungkapan, polisi menyita total 15 paket sabu dengan berat bruto 10,84 gram.

“Petugas juga mengamankan barang bukti pendukung berupa timbangan digital, plastik klip, sedotan, satu unit sepeda motor, serta telepon genggam yang diduga menjadi alat komunikasi dalam jaringan tersebut.”pungkasnya (JP02)

Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here