
JAKARTA,jurnalpapua.id – Sebuah terobosan baru di bidang teknologi air berpotensi menjadi solusi bagi wilayah-wilayah paling kering di dunia. Ilmuwan peraih penghargaan Nobel, Omar Yaghi, bersama timnya berhasil mengembangkan sistem ekstraksi air inovatif yang dirancang khusus untuk beroperasi di kondisi udara ekstrem, seperti area gurun.
Inti dari teknologi revolusioner ini terletak pada penggunaan material berpori tinggi yang dikenal sebagai Metal-Organic Frameworks (MOFs). Material canggih ini berfungsi seperti “spons” super yang mampu menangkap dan mengembunkan molekul air langsung dari udara, bahkan di tingkat kelembapan yang sangat rendah sekalipun.
Kabar terbaru yang dikonfirmasi pada Februari 2026 menyatakan bahwa prototipe teknologi ini telah berhasil melewati tahap pengujian di kondisi gurun yang ekstrem. Unit skala komersial yang dikembangkan, yang ukurannya sebanding dengan kontainer pengiriman standar, menunjukkan performa luar biasa. Berdasarkan laporan efisiensi alat, unit tersebut diklaim mampu memproduksi air hingga 1.000 liter per hari.
Keberhasilan uji coba di lingkungan padang pasir ini menandai langkah maju yang signifikan dalam upaya mengatasi krisis air bersih global. Dengan teknologi ini, udara kering yang selama ini menjadi tantangan justru dapat diubah menjadi sumber kehidupan.
Para pengamat menilai inovasi ini tidak hanya menjanjikan bagi penyediaan air minum di permukiman terpencil, tetapi juga untuk keperluan irigasi skala kecil di daerah rawan kekeringan.(JP02)

















