Ribuan Tenda Pengungsian Dibongkar, Warga Aceh Tamiang Beranjak ke Huntara Bertahap

0
68
Sejumlah personel TNI melakukan pembongkaran tenda di Kantor DPRK, Kampung Karang Bundar, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Minggu (8/3).
Google search engine
Spread the love

ACEH TAMIANG,jurnalpapua.id – Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama kementerian terkait dan mitra kemanusiaan terus mempercepat pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi basah di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Hingga Minggu (8/3), sebanyak 1.771 unit Huntara telah rampung dibangun dan tersebar di 25 lokasi strategis. Sebanyak 1.339 Kepala Keluarga (KK) penyintas bencana kini telah menempati hunian tersebut. Setiap unit dilengkapi dengan perabotan penunjang yang disediakan oleh BNPB, Kementerian Sosial, dan berbagai lembaga kemanusiaan. Akses air bersih dan listrik juga disediakan secara cuma-cuma untuk meringankan beban warga.

Jubir BNPB Abdul Muhari, Ph.D. menyatakan saat ini kolaborasi intensif terus dilakukan bersama Danantara, Kementerian Pekerjaan Umum, Kemenko Infrastruktur, serta lembaga kemanusiaan seperti Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Mer-C, Relief Box, Dedikasi Foundation, dan GPCI. Tim gabungan kini fokus menyelesaikan sisa 2.418 unit dari total kebutuhan 4.189 unit. Pembangunan diproyeksikan tuntas pada pekan kedua Maret 2026. BNPB optimistis seluruh penyintas dapat menempati Huntara yang nyaman sebelum Hari Raya Idulfitri tahun ini.

Pemerintah menyediakan dua opsi hunian bagi warga terdampak. Selain pembangunan Huntara secara fisik, pemerintah juga menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600.000 per bulan. Dana ini diberikan kepada warga yang memilih menyewa tempat tinggal secara mandiri. Data terbaru mencatat 1.933 KK telah menerima DTH, sementara 898 KK lainnya masih dalam masa transisi dari tenda pengungsian ke Huntara.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB itu menambahkan bahwa Huntara dan DTH merupakan solusi jangka pendek. Pemerintah telah merencanakan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) sebagai solusi permanen. Huntap dirancang lebih aman, nyaman, dan tahan terhadap risiko bencana di masa depan.

Personel TNI secara bertahap mulai membongkar tenda-tenda darurat yang selama ini digunakan warga. Proses pembongkaran terlihat di kawasan Kantor DPRK, Kampung Karang Bundar, Desa Durian, dan Desa Benua pada Minggu (8/3) siang. Di Kecamatan Karang Baru, sebanyak 129 dari 142 unit Huntara yang telah selesai mulai dihuni.

Setiap unit Huntara dilengkapi dengan kasur, kompor berikut gas, peralatan tidur, dan kipas angin. Pemerintah juga menyalurkan paket sembako untuk kebutuhan 24 hari ke depan guna menjamin ketahanan pangan warga selama masa transisi.

Percepatan pembangunan Huntara dan rencana Huntap merupakan wujud sinergi kolektif antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh elemen kemanusiaan. Sinergi ini menjadi fondasi utama pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang agar berjalan terukur, efektif, dan tepat sasaran.

“Dengan progres yang terus dipacu, diharapkan seluruh warga terdampak dapat merayakan Idulfitri dalam suasana lebih layak dan bermartabat. Momentum ini menandai pulihnya infrastruktur sekaligus titik awal realisasi hunian permanen menuju masa depan lebih tangguh dan sejahtera,” pungkas Abdul Muhari.(JP02)

Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here