Prabowo Perintahkan Percepatan Teknologi Sampah Skala Mikro, Siap Uji Coba di Tingkat Kelurahan

0
52
ilustrasi pengolahan sampah foto dok portaljepe.id
Google search engine
Spread the love

JAKARTA,jurnalpapua.id – Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu siang, dengan agenda utama percepatan inovasi teknologi pengolahan sampah. Kepada sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, Kepala Negara secara spesifik meminta agar teknologi pengolahan sampah skala mikro yang telah dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi segera diimplementasikan di tingkat kelurahan.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengungkapkan bahwa arahan Presiden ini bertujuan untuk melengkapi program Waste to Energy yang selama ini telah berjalan. “Jadi Bapak Presiden memberikan arahan, selain tentu Waste to Energy yang tetap terus berjalan, beberapa teknologi pengolahan sampah skala mikro yang memang sudah dikembangkan di beberapa kampus tadi diminta oleh Bapak Presiden untuk dilakukan percepatan,” ujar Brian kepada awak media usai rapat.

Menurut penjelasannya, teknologi yang dimaksud saat ini sudah dalam tahap siap uji coba. Pemerintah menargetkan implementasi dapat segera dilakukan di berbagai daerah dengan pendekatan yang lebih adaptif terhadap kondisi lokal. Tidak seperti proyek besar pembangkit listrik dari sampah yang membutuhkan investasi masif, teknologi mikro ini dirancang untuk menjangkau unit pemerintahan terkecil, yakni kelurahan.

Hal yang menarik dalam arahan Presiden kali ini adalah pelibatan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Brian menegaskan bahwa pengembangan dan perluasan teknologi ini akan berjalan secara terintegrasi dengan Danantara guna memastikan aspek pendanaan dan keberlanjutan program berjalan optimal.

“Ada beberapa teknologi tadi dibicarakan, kita akan segera pilih dan juga akan berjalan bersama Danantara sehingga nantinya penanganan sampah juga akan berjalan di level-level mikro, di tingkat kelurahan lebih efektif,” kata Brian.

Langkah ini sekaligus menandai perluasan mandat Danantara tidak hanya dalam pengelolaan investasi strategis, tetapi juga dalam mendukung inovasi teknologi berbasis lingkungan yang berdampak langsung pada masyarakat.

Di balik upaya percepatan ini, pemerintah tidak mengabaikan aspek kelestarian lingkungan. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi akan berkoordinasi erat dengan Kementerian Lingkungan Hidup (LH) untuk memastikan setiap teknologi yang diterapkan benar-benar ramah lingkungan.

Langkah antisipatif ini dinilai penting agar solusi yang dihadirkan tidak justru menimbulkan masalah baru, seperti polusi udara atau limbah sekunder. Dengan kolaborasi lintas kementerian, pemerintah ingin memastikan bahwa inovasi kampus yang diterapkan di tengah masyarakat sudah melalui proses kajian ilmiah dan audit lingkungan yang ketat.

Melalui arahan strategis ini, Presiden Prabowo ingin menunjukkan bahwa krisis sampah tidak hanya dihadapi dengan proyek-proyek raksasa, tetapi juga dengan solusi-solusi mikro yang aplikatif, berbasis riset, dan menyentuh langsung akar permasalahan di lingkungan warga.(JP02)

Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here