LANGSA,ACEH,jurnalpapua.id – Peringatan Hari Raya Natal 2025 di Kota Langsa, Aceh, menjadi momentum kuatnya rasa solidaritas antarwarga. Di tengah suasana suka cita hari besar tersebut, elemen masyarakat bersama pemerintah bahu-membahu mengoptimalkan pembersihan lingkungan pascabanjir di sejumlah wilayah terdampak.
Aksi gotong royong ini melibatkan personel BNPB, Kodim 0104/Aceh Timur, Polri, hingga relawan. Mereka berjibaku membersihkan sisa lumpur, sampah, dan material kayu yang menyumbat akses jalan serta merendam fasilitas publik seperti rumah ibadah, sekolah, dan puskesmas.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., menyampaikan bahwa langkah cepat ini dilakukan agar denyut nadi aktivitas masyarakat kembali normal.
“Kegiatan ini bertujuan mempercepat pemulihan lingkungan. Kita ingin memastikan masyarakat bisa beraktivitas seperti sediakala tanpa hambatan sisa material banjir,” ujar Muhari dalam keterangannya, Jumat (26/12/2025).
Pemandangan menarik terlihat di Gereja HKBP Langsa. Meski wilayah mereka sempat diterjang bencana, antusiasme jemaat kristiani merayakan Natal tetap tinggi. Ibadah berlangsung khidmat dan penuh sesak. Bagi warga, Natal tahun ini membawa pesan harapan untuk bangkit lebih kuat dari ujian bencana.
Semangat Natal yang mengedepankan nilai kemanusiaan dan persaudaraan ini diterjemahkan pemerintah melalui dukungan sosial yang merata. Kehadiran lintas unsur di lapangan menjadi bukti nyata bahwa solidaritas tidak dibatasi oleh sekat perbedaan, terutama saat masa pemulihan bencana.
Pemerintah juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat. Namun, Muhari tetap mengingatkan warga untuk waspada, mengingat kondisi cuaca yang masih dinamis dan berpotensi memicu bencana susulan.
“Melalui semangat Natal 2025, kebersamaan yang terbangun diharapkan memperkuat ketangguhan masyarakat Langsa. Kita bergerak bersama menuju kondisi yang lebih aman, bersih, dan sehat,” pungkasnya.(JP02)













