Ancaman Nyata ‘Deepfake’, VIDA: Verifikasi Identitas Jadi Benteng Terakhir Penipuan Digital

0
96
Founder & Group CEO VIDA, Niki Luhur.
Google search engine
Spread the love

JAKARTA,jurnalpapua.id – Maraknya kasus penipuan digital di Indonesia kini memasuki level yang mengkhawatirkan. Bukan lagi sekadar akun palsu, para pelaku kejahatan mulai memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) tingkat tinggi, mulai dari manipulasi foto hingga video deepfake yang nyaris tak bisa dibedakan dengan aslinya.

Penyedia layanan identitas digital, VIDA, menyoroti bahwa pangkal masalah dari ledakan kasus ini adalah masih lemahnya sistem verifikasi identitas di ruang siber. Celah inilah yang dimanfaatkan peretas untuk mengelabui korban dengan identitas yang seolah-olah valid.

Founder & Group CEO VIDA, Niki Luhur, mengungkapkan betapa pesatnya perkembangan konten manipulatif dalam tiga tahun terakhir. Menurutnya, lompatan teknologi generatif telah mengubah peta ancaman keamanan digital secara drastis.

“Jika pada 2023 manipulasi visual mungkin masih terlihat kasar dan mudah dikenali, memasuki 2024 kualitasnya sudah berevolusi menjadi high quality deepfake,” ujar Niki dalam keterangannya Jumat (26/12/2025)

Niki mencontohkan, kemunculan model seperti Stable Diffusion saat ini memungkinkan siapa pun memproduksi gambar palsu dengan kualitas setara jepretan fotografer profesional hanya melalui satu instruksi (prompt) sederhana. Tak hanya visual, ancaman juga datang dalam bentuk audio.

“Hanya dengan modal rekaman suara berdurasi 15 menit, seseorang kini bisa membuat kloning suara (voice clone) yang sangat identik. Ini tentu sangat berbahaya jika digunakan untuk modus penipuan telepon atau pesan suara,” tambahnya.

VIDA menilai banyak modus penipuan digital bermuara pada satu titik, yakni identitas yang tidak diverifikasi dengan kuat. VIDA mengembangkan teknologi verifikasi dan autentikasi yang menempatkan identitas sebagai fondasi kepercayaan di ruang digital.

“Yang kita lihat sekarang, hampir semua masalah-masalah fraud sebenarnya muncul dari masalah identity,” jelas Niki.

Untuk menjawab tantangan tersebut, VIDA mengembangkan teknologi verifikasi berlapis yang bekerja sejak detik pertama foto diambil hingga data tersebut divalidasi. VIDA memastikan proses verifikasi hanya dilakukan melalui kamera fisik dari perangkat pengguna, bukan hasil manipulasi software.

Setelah foto diambil, sistem akan mencocokkan wajah dan data identitas ke database kependudukan milik Dukcapil. Dengan kerja sama ini, wajah pengguna harus sesuai dengan data e-KTP yang tersimpan dalam sistem nasional, termasuk kecocokan NIK dan rekam identitas lainnya.

VIDA juga menggunakan sistem AI dan deep learning untuk mendeteksi berbagai anomali dalam proses verifikasi, seperti gerakan yang tidak natural, penggunaan emulator, pola yang menyerupai device farm, serta karakteristik visual manipulasi AI. Jika ditemukan kejanggalan, proses verifikasi otomatis dihentikan. Enkripsi berlapis diterapkan untuk menjaga data agar tidak dimodifikasi di tengah proses.

Sebagai penyelenggara sertifikat elektronik, VIDA diaudit langsung oleh Komdigi dan mematuhi Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (PDP) serta standar internasional seperti WebTrust Audit.

“VIDA adalah penyelenggara sertifikat elektronik yang diaudit langsung oleh Komidigi. Kami mengikuti standar keamanan global seperti WebTrust Audit untuk memastikan semua proses dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab,” ujar Niki.

Ia menambahkan bahwa setiap teknologi AI yang dikembangkan VIDA selalu berorientasi pada perlindungan pengguna. Tujuannya bukan mengeksploitasi data masyarakat, melainkan memberikan keamanan.

VIDA juga menekankan perlunya kolaborasi antara pemain industri, regulator, dan media untuk meningkatkan awareness dan memperkuat upaya melawan penipuan digital. Dengan standar verifikasi identitas yang lebih kuat dan ekosistem yang bergerak bersama, VIDA meyakini keamanan digital masyarakat dapat tetap terjaga di tengah pesatnya perkembangan teknologi generatif. (JP02)

Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here