Mitigasi Risiko Bencana, BPBD Teluk Bintuni Gandeng Tenaga Ahli dari ITB dan UGM

0
160
Kick Off Meeting penyusunan dokumen kajian risiko bencana oleh BPBD Teluk Bintuni bersama dengan Tenaga Ahli dari UGM dan ITB, Selasa (23/5/2023).
Spread the love

BINTUNI, jurnalpapua.id –  Kabupaten Teluk Bintuni terdeteksi sebagai daerah yang memiliki risiko bencana multi bahaya dalam kategori kategori tinggi.

Berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI), skor keseluruhan dari berbagai jenis bencana, di Teluk Bintuni memiliki total nilai sebesar 166.80.

Sebagai salah satu upaya mendeteksi dinirisiko tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Teluk Bintuni pada tahun 2023 ini melakukan kajian ‘Risiko Bencana’ untuk masa waktu 2022 – 2026.

Untuk menyusun dokumen kajian resiko bencana secara komprehensif, BPBD Teluk Bintuni menggandeng tenaga ahli dari dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.

“Dari tahap awal penyusunan dokumen ini, kita melakukan kajian mengenai tingkat bahaya, tingkat kerentanan, kapasitas, dan akhirnya akan kita masuk dalam rekomendasi serta skala prioritas arah kebijakan penanggulangan bencana,” kata Benoni Tiri, Plt Kepala BPBD Teluk Bintuni, usai ‘Kick-Off Meeting Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana bersama Tenaga Ahli, Selasa (23/5/2023).

Dalam menyusun dokumen kajian ini, BPBD menggandeng Bappelitbangda Teluk Bintuni. Berdasarkan data yang dihasilkan tim, disampaikan Beni, bisa menjadi dasar BPBD Teluk Bintuni dalam mengajukan anggaran ke BNPB untuk pembangunan sarana fisik.

Dalam menyusun dokumen kajian bencana, tim akan mengacu pada Peraturan Kepala BNPB Nomor 02 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana.

Kajian risiko bencana yang memiliki masa berlaku selama 5 tahun ini, meliputi Rencana Penanggulangan Bencana Daerah (RPBD), Rencana Aksi Daerah Pengurangan Risiko Bencana (RAD PRB) serta Rencana Kontijensi, Rencana Operasi, Rencana Rehab dan Rekonstruksi.

“Tergantung nanti hasil kajian dari teman-teman seperti apa, cara penanganan seperti apa. Yang jelas kalau kita mau minta bantuan ke pusat, kita harus punya data yang baik dan akurat,” kata Beni.JP01  

Google search engine

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here