Gaji Pengajar P2TIM Petrotekno; Dianggarkan Ratusan Juta, Dibayarkan Setengahnya

0
285
David Cristianto Kusuma, Manager Training Petrotekno Teluk Bintuni (baju batik, duduk), bersama para pengurus dan siswa P2TIM Petrotekno, usai acara pelepasan dan pengukuhan siswa angkatan XI, Januari 2023.
Spread the love

BINTUNI, jurnalpapua.idBesarnya anggaran yang digelontorkan pemerintah daerah Kabupaten Teluk Bintuni kepada Pusat Pelatihan Teknik Industri Migas (P2TIM) Petrotekno, karena tingginya standar komponen biaya operasional lembaga vokasi yang berdiri sejak 2017 ini.

Untuk gaji para pengajar (instruktur) dan karyawan misalnya. Dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang disusun manajemen Petrotekno sebagai dasar meminta anggaran dalam APBD Teluk Bintuni, dirincikan besaran gaji pengajar utama sebesar Rp 172 juta per bulan. Sedangkan untuk tenaga security, alokasi gajinya sebesar Rp 12,5 juta/bulan.

Namun dalam praktiknya, tidak seluruh alokasi gaji itu diterima seutuhnya oleh pengajar atau karyawan yang menjadi obyek penyusunan anggaran.

Dari data yang diterima media ini, sebagai contoh adalah realisasi pembayaran gaji mereka pada tahun 2021 oleh manajemen Petrotekno. Instruktur scaffolding yang dalam KAK gaji harian (day rate)-nya dialokasikan sebesar Rp 5.762.500, dalam praktiknya hanya dibayarkan Rp 1.500.000/hari.

Berita Terkait: Wow..! Gaji Pengajar P2TIM Petrotekno Bintuni Rp 172 juta/Bulan, Security Rp 12,5 juta

Jika dalam satu bulan mereka disebut dalam KAK menerima total gaji sebesar Rp 172.875.000, dari dokumen realisasi gaji yang diterima media ini, pengajar scaffolding ini hanya menerima Rp 46.500.000/bulan.

“Hanya sekitar 20 persennya,” kata salah seorang instruktur yang saat ini masih aktif di P2TIM, terkait nominal gaji yang diterima dari tempatnya mengajar.

Pengajar yang keberatan namanya disebut ini menyanggah telah menerima gaji sesuai dengan KAK manajemen Petrotekno. Begitu juga soal jumlah hari sebagai acuan pembayaran gajinya. Dalam satu bulan, maksimal ia masuk kerja untuk menyampaikan materi pelatihan, adalah 25 hari. “Karena hari minggu libur, dan itu kita tidak dibayar,” tukasnya.

Dari durasi 30 hari masa pelatihan, para pengajar keterampilan teknis ini baru mulai mengajar ketika masuk pertengahan bulan kedua hingga selesai bulan ketiga. Praktis selama tiga bulan masa pelatihan, waktu efektif mereka bekerja dan menerima gaji adalah satu setengah bulan, atau sekitar 38 hari.

Sementara dalam KAK P2TIM Petrotekno, gaji harian mereka dialokasilam selama 30 hari penuh selama tiga bulan.

Baca juga: Habiskan Puluhan Miliar APBD, Lulusan Petrotekno Tak Penuhi Standar Kualifikasi Industri Migas

Tidak sesuainya alokasi gaji di P2TIM Petrotekno ini juga terjadi para karyawan bagian security. Dalam KAK, petugas keamanan ini ditulis menerima gaji sebesar Rp 12,5 juta/bulan. Sedangkan dalam dokumen pembayaran, 11 orang security di training center P2TIM Kampung Beimes SP 5 ini masing-masing mendapatkan gaji sebesar Rp 3.250.000/bulan.

“Iya. Tidak sampai segitu,” kata salah seorang security saat ditanya media ini, apakah gajinya sebesar Rp 12,5 juta/bulan.

David Cristianto Kusuma, Manager Training Petrotekno Teluk Bintuni belum bisa dikonfirmasi terkait perbedaan gaji pengajar dan karyawan P2TIM Petrotekno ini. JP01

Google search engine

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here