Matahati Kampung Adat Malasigi

0
5
BELAJAR MERAJUT – Lisbet Suu, seorang mama Papua Kampung Adat Malasigi, Distrik Klayili, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, mengajarkan cara menganyam noken kepada Jaryati, seorang pertiwi Pertamina EP Papua Field, Senin (27/7/2026). Keterampilan mengayam noken berbahan kulit kayu ini, menjadi budaya yang ditularkan secara turun temurun di Malasigi. (Foto: Tantowi/JP)
Google search engine
Spread the love

PT PERTAMINA EP Papua Field meracik Program Pengembangan Masyarakat Bidang Lingkungan, dengan kemasan Desa Energi Berdikari (DEB) Papua Community Matahati. Program yang digulirkan pada awal 2024 ini, merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat adat di Kampung Adat Malasigi, Distrik Klayili Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Fokusnya pada pengelolaan hutan lestari berbasis ekowisata.

Program ini dilatarbelakangi oleh berbagai persoalan sosial dan ekologis yang dihadapi masyarakat adat, seperti keterpinggiran dalam pengelolaan wilayah ulayat, ancaman alih fungsi lahan, keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar, serta kondisi ekonomi masyarakat adat yang masih rentan.

Melalui Program Matahati Malasigi, PT Pertamina EP Papua Field mendorong penguatan kapasitas masyarakat adat dalam mengelola hutan secara lestari melalui pengembangan ekowisata berkelanjutan. Program ini tidak hanya bertujuan menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga menciptakan alternatif sumber penghidupan yang berkelanjutan, membuka lapangan kerja, meningkatkan keterampilan masyarakat, serta mendorong transformasi sosial dari aktivitas berburu dan meramu menuju penyediaan jasa lingkungan berbasis konservasi. (teks dan foto: Tantowi Djauhari/JP)

PLTS MALASIGI – Edison Fahmi (kiri), anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Belempe Kampung Adat Malasigi, Distrik Klayili, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, menyimak penjelasan perwira Pertamina EP Papua Field di area panel surya, Senin (27/7/2026). Pembangunan PLTS berkapasitas 8,72 kilowatt peak (kWp) di Kampung Adat Malasigi, menjadi bagian dari Program Pengembangan Masyarakat Bidang Lingkungan, Desa Energi Berdikari (DEB) Papua Community Matahati Malasigi Pertamina EP Papua Field. (Foto: Tantowi/JP)
TIUPAN KOMANDO – Yoel Fami, anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Belembe Kampung Adat Malasigi Distrik Klayili, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, meniup Triton, alat musik trasidional yang dibuat dari cangkang bia (siput laut), Senin (27/7/2026). Tiupan Triton ini menjadi penanda dimulainya tarian adat Alen dalam menyambut tamu ekowisata yang bertandang ke Kampung Adat Malasigi. (Foto: Tantowi/JP)
MERAJUT NOKEN – Lisbet Suu, seorang mama Papua Kampung Adat Malasigi, Distrik Klayili, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, mengayam noken berbahan kulit kayu, Senin (27/7/2026). Mama Papua di kampung ini giat merajut noken, untuk dijual secara berkelompok kepada tamu ekowisata yang bertandang. (Foto: Tantowi/JP).
BIAYA KULIAH – Lisbet Suu, seorang mama Papua Kampung Adat Malasigi, Distrik Klayili, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, menawarkan noken hasil rajutannya, Senin (27/7/2026). Hasil dari menjual noken, Lisbet Suu bisa membiayai dua dari empat anaknya menempuh pendidikan tinggi di kampus. Anak sulungnya kini kuliah di Universitas Negeri Papua (Unipa) Manokwari, dan anak nomor tiga, menempuh program sarjana Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Muhammadiyah Sorong. (Foto: Tantowi/JP)
PASAR EKOWISATA – Maria Asmuruf, seorang mama Papua Kampung Adat Malasigi, Distrik Klayili, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, menunjukkan noken hasil rajutan mama Papua anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Belempe, Senin (27/7/2026). Sejak dikembangkan sebagai kampung ekowisata, para pengunjung di Kampung Adat Malasigi menjadi pasar baru bagi mama mama Papua yang menggerakkan ekonomi keluarga. (Foto: Tantowi/JP)
BERADAPTASI – Perwira dan Pertiwi Pertamina tertawa lepas saat bercengkerama dengan anak-anak Papua di Kampung Adat Malasigi Distrik Klayili, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Senin (27/7/2026). Bukan hanya para orangtua, anak-anak di kampung ini cepat beradaptasi dan akrab dengan pengunjung, sejak Kampung Adat Malasigi dipoles sebagai destinasi ekowisata minat khusus. (Foto: Tantowi/JP)
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here