JAKARTA,jurnalpapua.id – Masyarakat di kawasan Indonesia dan Malaysia diminta untuk bersiap menghadapi potensi cuaca yang lebih panas dari biasanya dalam beberapa bulan ke depan. Berdasarkan data terbaru yang dihimpun dari laporan Asean Specialised Meteorological Centre (ASMC), fenomena anomali suhu diprediksi akan melanda wilayah tersebut pada periode transisi Maret hingga Mei 2026.
Laporan yang dirilis oleh pusat meteorologi khusus ASEAN itu menunjukkan adanya peningkatan probabilitas suhu udara yang signifikan. ASMC mencatat, peluang terjadinya kenaikan suhu di atas rata-rata normal di wilayah Indonesia dan Malaysia mencapai angka 80 hingga 100 persen. Angka ini mengindikasikan tingkat keyakinan yang sangat tinggi dari model prediksi iklim yang digunakan.
“Probabilitasnya sangat tinggi, mendekati pasti, bahwa suhu akan berada di atas rata-rata klimatologisnya,” tulis ASMC dalam laporannya, yang dikutip pada Sabtu (15/3/2026).
Fenomena anomali ini diperkirakan terjadi selama masa transisi musim, di mana pola cuaca biasanya berubah dari musim hujan menuju musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia dan Malaysia. Kondisi ini dapat memicu cuaca terik pada siang hari yang lebih ekstrem serta berpotensi memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan jika tidak diantisipasi sejak dini.
Para ahli mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi dampak dari potensi gelombang panas ini, seperti dehidrasi dan penurunan produktivitas akibat cuaca panas. Pemerintah daerah dan instansi terkait juga diharapkan dapat menyiapkan langkah-langkah mitigasi, terutama untuk sektor pertanian dan kesehatan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia serta pihak berwenang di Malaysia masih melakukan analisis lebih lanjut terkait dampak regional dari prediksi ASMC ini dan akan mengeluarkan imbauan resmi dalam waktu dekat.(JP02)











