
BINTUNI, jurnalpapua – Unsur pimpinan DPRK Teluk Bintuni, meminta Bupati Yohanis Manibuy tidak mengganti Pelaksana Tugas (Plt) Kabag Keuangan Sekretariat Dewan, Elisabeth Seni Matasik alias Cica.
Melalui surat bernomor 800.1.3.1/48/DPRK-TB/XII/2025 yang ditujukan kepada Bupati Yohanis Manibuy, unsur pimpinan DPRK meminta agar pelantikan George C. Jeffry Ubra sebagai Kabag Keuangan Setwan menggantikan Elisabeth Seno Matasik (Cica), ditinjau kembali.
Selanjutnya, pimpinan dewan ini meminta agar Cica ditetapkan sebagai pejabat definitif Kabag Keuangan, dari jabatan sebelumnya sebagai Pelaksana Tugas (Plt).
“Dengan penetapan kembali saudara Elisabeth Seno Matasik pada jabatan Kabag Keuangan Setwan, kami menyarankan agar Saudara George C. Jeffry Ubra dapat ditetapkan pada kesempatan berikutnya pada jabatan Administrator dan Pengawas di OPD Kesehatan atau Rumah Sakit daerah Teluk Bintuni,” begitu kutipan bunyi suratnya.
Surat ini ditandatangani Romilus Tatuta selaku Ketua DPRK Teluk Bintuni, Sugandi (Wakil Ketua I) dan Yasman Yasir (Wakil Ketua II). Dari surat yang beredar di ruang publik ini, Budiyanto Nawarisa (Wakil Ketua III), tidak membubuhkan tandatangan.
Belakangan, Sugandi menarik kembali tandatangannya di surat tersebut, dan mendukung sepenuhnya keputusan Bupati Yohanis Manibuy yang telah melantik George C. Jeffry Ubra sebagai Kabag Keuangan.
“Keputusan Bupati Teluk Bintuni dalam kapasitasnya sebagai Ketua DPD Golkar Kabupaten Teluk Bintuni, menjadi kewajiban dan tanggungjawab kami sebagai unsur pimpinan (Wakil Ketua I) dari Partai Golkar, harus kami amankan dan kami laksanakan,” tulis Sugandi, dalam suratnya.
Permintaan unsur pimpinan DPRK untuk mempertahankan Cica sebagai Kabag Keuangan Setwan ini memantik kecurigaan Abraham Yerkohok. Aktivis pemuda 7 suku Teluk Bintuni ini mempertanyakan motivasi keinginan Romilus Tatuta dan kawan-kawannya tersebut.
Pasalnya, yang menjadi obyek permintaan unsur pimpinan ini adalah jabatan strategis yang memiliki peran dan fungsi mengelola keuangan di lembaga DPRK. Bupati teluk Bintuni tentu memiliki pertimbangan tersendiri dalam mengambil keputusan.
“Saya pikir alasan yang disampaikan unsur pimpinan DPRK soal pengembangan karir Ibu Cica sebagai ASN, itu hanya normatifnya saja. Saya menduga ada kepentingan yang lebih personal, yang tersembunyi di balik permintaan ini,” kata Abraham Yerkohok. JP01




















