Sitti Ma’ani Nina; Srikandi Penjaga Integritas Birokrasi Banten

0
89
DR. Dra. Hj Sitti Ma'ani Nina M.Si CGCAE, Inspektur Provinsi Banten bersama wartawan delegasi PWI Papua Barat saat puncak peringatan HPN 2026, Senin (9/2/2026).
Google search engine
Spread the love

NAMA lengkap dan gelarnya, DR. Dra. Hj. Sitti Ma’ani Nina M.Si. CGCAE. Dua tahun lagi, pemegang sertifikat profesi tingkat tinggi Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) ini memasuki purna bhakti sebagai pamong.

Kendati demikian, Nina -begitu ia akrab disapa, masih terlihat lincah menjalani tugas-tugas sebagai pengawal integritas di birokrasi Pemerinta Provinsi Banten. Tak jarang ia mengajak staf di Inspektorat Banten, untuk rapat hingga menjelang tengah malam.

“Sudah biasa begitu,” kata Azis, salah seorang auditor di Inspektorat Banten, tentang ritme kerja sang pimpinannya.

Bukan tanpa sebab jika Nina harus tancap gas. Sebagai pejabat baru yang dilantik Gubernur Banten, Andra Soni, pada 26 Januari 2026, Nina harus gerak cepat untuk melakukan penyesuaian dan konsolidasi internal Inspektorat.

Pasalnya, tugas yang diemban, bukan hanya mengawasi kinerja di internal OPD yang ia pimpin. Oleh Gubernur Andra Soni, Nina didaulat menjadi srikandi penjaga integritas birokrat Provinsi Banten. Nina harus mengawasi seluruh OPD yang ada di Provinsi Banten.

“Setiap yang saya kerjakan itu untuk pembelajaran. Jadi semangatnya adalah belajar, karena dari belajar itu, kita tahu dimana kekurangan kita. Kita tidak akan mengeluh, seberapa pun besar target dibebankan. Karena memang kita sedang belajar untuk mencapai itu,” ungkap Nina, dalam perbincangan dengan wartawan delegasi PWI Papua Barat, Senin (9/2/2026).

Sebelum duduk sebagai Inspektur Banten, selama 9 tahun, Nina menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kepedudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Banten. Posisinya sekarang digantikan Iwan Ardiansyah Sentono.

Perjalanannya di DP3AKKB inilah yang menjadi kapital berharga bagi Nina dalam memimpin Inspektorat. Satu dinas mengampu tiga Kementerian. Pegawainya pun, comotan dari berbagai dinas yang kemudian bergabung jadi satu.

“Sedih juga ya pas waktu awal-awal pembentukan dinas itu. Ngga ada yang ngundang, ngga ada yang tahu,” selorohnya.

Tetapi dari dinas itulah, Nina banyak belajar bagaimana menjalankan tugas dengan lintas OPD dan stake holder.

Sebelum duduk sebagai Inspektur, perjalanan karir birokrasi alumnus APDN Bandung Angkatan XXII ini diawali sebagai staf di Kelurahan Kotabaru Kecamatan Serang Kabupaten Serang Jawa Barat pada 31 Maret tahun 1991. Gajinya, Rp 63.600/bulan, dengan pangkat II/a. Dari tempat ini, Nina bergeser ke Kabupaten Serang sebagai Kasubbag Analisa Kebutuhan pada Sekretariat Daerah Serang.

Saat itu, provinsi Banten belum terbentuk. Peraih gelar doktor dari Universitas Padjadjaran Bandung ini mulai masuk sebagai pamong di Provinsi Banten dan masuk jajaran Eselon IV pada Tahun 2002 di Biro Kepegawaian. Kemudian pada tahun 2013 Nina mengampu sebaga Kabag Protokol pada Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Banten.

Sebelum menjabat Kepala DP3AKKB, Nina sempat duduk sebagai Kepala Biro Pemerintahan, dan Kepala Biro Umum.

Pengalaman sebagai Kabag Protokol pada Biro Humas dan Protokol ini, yang juga melatari Sitti Ma’ani Nina lincah dalam mendampingi rombongan wartawan delegasi PWI Papua Barat selama perhelatan Hari Pers Nasional (HPN) yang dipusatkan di Banten, 9 Februari 2026.

Gubernur Andra Soni memberikan tugas kepada seluruh OPD di Provinsi Banten, untuk menjadi liaison officer (LO) rombongan wartawan delegasi dari berbagai provinsi.

Inspektorat Banten menjadi LO delegasi Papua Barat, dan mendampingi sejak kedatangan pada Jumat (6/2/2026) hingga kepulangan pada Senin (9/2/2026) siang.

“Setiap tahun saya selalu mengikuti kegiatan HPN di berbagai daerah. Tapi baru kali ini saya merasakan ada mitra yang sangat luar biasa dalam mendampingi kami dari Papua Barat,” kata Bustam, Ketua PWI Papua Barat.

Azis, auditor Inspektorat Banten yang dipercaya Nina dalam tugas ini, sudah menyambut kedatangan rombongan wartawan delegasi Papua Barat sejak di Bandara Soekarno Hatta di Cengkareng, Banten.

Untuk melepas penat setelah penerbangan panjang selama dua jam lebih, Azis mengajak rombongan wartawan ini menikmati Sate Maranggi. Ini adalah kuliner khas Sunda yang cukup popular di Kabupaten Purwakarta Jawa Barat.

Bukan hanya menjemput di tempat menginap dan mengantar ke tempat kegiatan HPN, selaku utusan Inspektorat Banten, Azis juga mengajak rombongan ini menjelajah spot wisata religi dan juga cagar budaya yang ada di Banten.

“Terima kasih Ibu Inspektur atas pelayanannya. Kami mohon maaf bila ada hal-hal yang kurang berkenan selama kami di Banten. Kami tunggu kehadiran Ibu dan rombongan Inspektorat Banten di Papua Barat,” kata Bustam, saat beranjangsana dengan Sitti Ma’ani Nina di ruang kerjanya, sesaat sebelum puncak perhelatan HPN 2026. (tantowi djauhari).

Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here