
SERAM,MALUKU,jurnalpapua.id – Gelombang pasang yang terjadi di pesisir Pantai Negeri Administratif Aruan Gaur, Kecamatan Siritaun Wida Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku, menyebabkan talud penahan ombak sepanjang 110 meter rusak parah pada Senin (25/5) pukul 14.25 WIT.
Kerusakan talud tersebut membuat gelombang pasang langsung menghantam dinding rumah warga sehingga sejumlah bangunan mengalami kerusakan.
Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seram Bagian Timur segera dikerahkan untuk melakukan kaji cepat dan pendataan di lokasi kejadian.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., menyatakan bahwa petugas mencatat sebanyak 17 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 67 warga terdampak bencana ini.
Menurut Abdul Muhari, dari total rumah yang terdampak, sebanyak empat rumah mengalami kerusakan sedang dan 15 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan.
Hingga Kamis (4/6), gelombang pasang dan abrasi masih terus terjadi di wilayah tersebut, sehingga sejumlah warga memilih mengungsi ke rumah kerabat setiap kali gelombang pasang kembali naik.

Di tengah situasi darurat itu, warga secara mandiri mulai membangun penahan ombak sementara guna melindungi permukiman mereka dari terjangan gelombang berikutnya.
BNPB mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada masa peralihan dari musim hujan ke kemarau, seperti angin kencang, hujan ekstrem, puting beliung, banjir, tanah longsor, dan gelombang tinggi.
Masyarakat juga diharapkan menyiapkan tas siaga bencana serta rencana darurat sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bencana susulan.
Abdul Muhari menambahkan, warga yang tinggal di bantaran sungai agar memantau ketinggian muka air secara berkala, sementara masyarakat di wilayah rawan longsor perlu mengenali gejala awal seperti retakan tanah di lereng, tebing yang rapuh, kerikil berjatuhan, serta air sumur atau sungai yang tiba-tiba berubah keruh.
Ia menegaskan, jika terdengar suara gemuruh atau sirine peringatan dini, warga harus segera melakukan evakuasi dan terus memantau informasi dari sumber resmi dan tepercaya seperti BNPB, BPBD, dan BMKG.(JP02)














