JAKARTA,jurnalpapua.id – Anggota Komisi VII DPR RI, Yoyok Riyo Sudibyo, mendesak pemerintah memperkuat perannya sebagai regulator utama dalam industri perfilman nasional. Tanpa pengawasan dan regulasi yang kuat, industri ini dinilainya akan terus didominasi kelompok tertentu dan meminggirkan pelaku kecil.
Hal itu disampaikan Yoyok dalam Rapat Panja Kreativitas dan Distribusi Film Nasional bersama Kementerian Ekonomi Kreatif di Jakarta, Selasa (27/1/2026). Politikus Fraksi NasDem itu menegaskan pemerintah harus berperan sebagai filter dan penentu kebijakan agar industri tidak “bablas”.
“Pemerintah harus kuat sebagai filter, penampung, dan pengambil kebijakan. Kalau tidak kuat, semuanya akan bablas,” tegas Yoyok.
Ia juga mendorong agar pemerintah lebih aktif menyaring dan mengarahkan konten film. Menurutnya, film nasional seharusnya tidak hanya mengejar keuntungan komersial, tetapi juga mengandung nilai pendidikan dan kebangsaan.
“Kita perlu film-film heroik, cinta tanah air, dan membangun karakter generasi muda,” ujarnya.
Yoyok turut menyoroti struktur industri film yang timpang. Data dalam rapat menunjukkan, dari 112 rumah produksi yang membuat 176 film nasional pada 2025, hanya delapan produser besar yang mampu memproduksi tiga hingga 12 film per tahun. Sebagian besar produser kecil hanya sanggup menghasilkan satu atau dua film.
Kondisi itu, menurutnya, membuktikan pertumbuhan industri belum diikuti pemerataan kesempatan. Ia juga menyayangkan sulitnya akses bagi kreator muda dari daerah untuk memasuki pasar layar lebar, meski kerap menang di festival film.(JP02)


















