
KEPULAUAN TALAUD,jurnalpapua.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa situasi di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, kini telah kembali kondusif usai diguncang gempa bumi bermagnitudo 7,1. Hingga Minggu (11/1) siang, aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat terpantau mulai berjalan normal.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa meski sempat memicu kepanikan, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka berat akibat peristiwa ini. Data sementara mencatat sebanyak 12 kepala keluarga terdampak, dengan kerusakan fisik mencakup 12 unit rumah warga dan dua fasilitas kesehatan yang saat ini masih dalam tahap verifikasi lapangan.
“Guncangan kuat dirasakan warga di beberapa kecamatan seperti Kabaruan, Damau, Melonguane, dan Salibabu selama 20 hingga 30 detik. Hal ini sempat membuat warga berhamburan keluar rumah,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan resminya. Ia juga menambahkan bahwa kendala pemadaman listrik yang terjadi sesaat setelah gempa kini sudah berhasil diatasi sepenuhnya.
Berdasarkan data BMKG, pusat gempa yang terjadi pada Sabtu (10/1) pukul 21.58 WIB tersebut berada di laut pada kedalaman 17 km, namun dipastikan tidak berpotensi tsunami. Sejauh ini, tercatat satu kali gempa susulan dengan kekuatan magnitudo 4,6 yang mengikuti gempa utama.
Saat ini, BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud terus bersiaga dan berkoordinasi dengan aparat tingkat kecamatan hingga desa. Petugas di lapangan masih melakukan evaluasi dampak lanjutan guna memastikan keamanan bagi seluruh warga di wilayah terdampak.(JP02)















