
ACEH TIMUR,jurnalpapua.id – Upaya pemulihan akses transportasi yang menghubungkan Kabupaten Aceh Timur dan Gayo Lues melalui rute Peureulak-Lokop kini memasuki babak final. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh melaporkan bahwa pengerjaan fisik di lapangan terus dikebut agar jalur strategis tersebut bisa segera digunakan secara fungsional oleh masyarakat.
Tim teknis saat ini fokus menyelesaikan sisa perbaikan sepanjang 6,4 kilometer menuju titik batas administratif di kilometer 110. Dengan pengerahan alat berat secara intensif, pemerintah optimis konektivitas antar-kabupaten ini akan tersambung sepenuhnya dalam waktu satu pekan ke depan.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., menjelaskan bahwa strategi percepatan dilakukan dengan sistem jemput bola. “Pembukaan jalan dilakukan serentak dari dua sisi, baik dari arah Aceh Timur maupun Gayo Lues, dengan titik temu pengerjaan di kilometer 110,” ujarnya.

Lajur ekonomi ini sebelumnya sempat mengalami kerusakan parah akibat terjangan banjir bandang dan longsor pada akhir November 2025. Proses normalisasi yang sudah berjalan sebulan kembali diuji ketika banjir susulan menghantam wilayah Gampong Lokop di kilometer 83 pada Senin (5/1) lalu, yang sempat memutus kembali akses darurat yang sedang dibangun.
Meski demikian, respons cepat tim lapangan berhasil memulihkan jalur tersebut hanya dalam waktu lima hari. Pada Sabtu (10/1), uji fungsi telah dilakukan dan menyatakan bahwa jalan darurat tersebut sudah layak dilalui oleh kendaraan roda dua, mobil pribadi, hingga truk angkutan berat jenis DT-Hercules.
Pulihnya jalur di Gampong Lokop ini menjadi angin segar bagi stabilitas distribusi logistik dan mobilitas warga yang sempat lumpuh. Kedepannya, pemerintah berkomitmen tidak hanya melakukan perbaikan darurat, namun juga merencanakan pembangunan infrastruktur permanen yang lebih kokoh dan tahan bencana guna meminimalisir risiko serupa di masa depan.(JP02)














