MERDEY, jurnalpapua – Sebanyak 20 Kepala Kampung yang ada di wilayah Dataran Moskona, Kabupaten Teluk Bintuni, dilantik Bupati Yohanis Manibuy pada Jumat (5/12/2025).
Kepala kampung yang dilantik, masing 10 kepala kampung di Distrik Merdey (Kepala Kampung Anejero, Kepala Kampung Merieb, Kepala Kampung Mogroms, Kepala Kampung Morombuy, Kepala Kampung Meyeta, Kepala Kampung Mengerba, Kepala Kampung Meikeisefeb, Kepala Kampung Meyom, Kepala Kampung Meyetga dan Kepala Kampung Merdey. Mereka dilantik berdasarkan Keputusan Bupati Teluk Bintuni NOMOR: 100.3.3.2/015.
Kemudian di Distrik Biscoop, yang dilantik adalah Kepala Kampung Jahabra, Kepala Kampung Ibori, Kepala Kampung Meyembru, Kepala Kampung Eniba, Kepala Kampung Mowitka dan Kepala Meyorga. Kepala kampung ini dilantik berdasarkan Keputusan Bupati nomor 100.3.3.2/16.
Untuk Distrik Masyeta, yang dilantik adalah Kepala Kampung Masyeta, Kepala Kampung Mestofu, Kepala Kampung Kali Biru dan Kepala Kampung Mesomda. 20 kepala kampung yang dilantik di aula Van De Kraan Distrik Merdey ini, akan menjalani tugas sebagai perpanjangan tangan Bupati selama 8 tahun sejak dilantik.
Bupati Anisto menyebut, pemerintahan kampung merupakan satuan pemerintahan paling kecil, yang memiliki peran sangat strategis dalam memastikan kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat. Di tingkat kampung inilah pelayanan publik berjumpa langsung dengan kebutuhan rakyat sehari-hari.
“Di sinilah negara diuji melalui kemampuan pemerintah kampung untuk menjadi solusi atas persoalan-persoalan nyata yang dihadapi warganya. Kualitas kepemimpinan di tingkat kampung sangat menentukan keberhasilan pembangunan secara keseluruhan. Karena itu, kepala kampung memegang tanggung jawab penting untuk menghadirkan pemerintahan yang bekerja, birokrasi yang melayani, serta program-program yang menjawab kebutuhan masyarakat secara cepat, tepat, dan bermakna,” kata Bupati.
Hal inilah yang menjadi alasan bagi Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni untuk memastikan bahwa pemerintahan di tingkat kampung memiliki kualitas kepemimpinan yang kuat, berintegritas, dan bertanggung jawab. Selain itu, kepala kampung dituntut untuk memiliki kemampuan manajerial yang baik, memahami tata kelola pemerintahan, serta mampu menyusun perencanaan pembangunan yang terukur dan berpihak pada kebutuhan warga, serta menjalankan setiap program dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Salah satu langkah pemerintah daerah untuk mencapai hal tersebut adalah melalui penyegaran organisasi dan penempatan pejabat yang tepat melalui mekanisme pelantikan kepala kampung yang baru.
“Proses pelantikan ini saya pastikan dilakukan secara objektif dan transparan sebagai wujud komitmen kita menghadirkan aparatur yang kompeten dan berintegritas. Pada kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih atas kerja kolaboratif antara Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung dengan Bagian Administrasi Pemerintahan Setda Kabupaten Teluk Bintuni, sehingga di hari ini kita dapat bersama menyaksikan proses pelantikan bagi 20 orang kepala kampung dari Distrik Merdey, Distrik Biscoop dan Distrik Masyeta,” kata Bupati.
Proses pelantikan 20 kepala kampung ini, kata Bupati, merupakan amanat dan wujud dari semangat birokrasi yang sehat, Pemerintah Daerah berkewajiban memastikan bahwa setiap jabatan publik, termasuk kepala kampung, diisi oleh orang-orang yang mampu menjalankan tugas dengan profesional dan bertanggung jawab.
Penempatan pejabat yang tepat akan menghasilkan pelayanan yang efektif, pengelolaan pemerintahan kampung yang baik, serta pembangunan yang berjalan secara terarah dan berkelanjutan.
“Mengingat perubahan sosial, ekonomi dan tata kelola pemerintahan semakin kompleks, saya berharap pelantikan ini menjadi bagian penting dari proses penguatan institusi dan peningkatan tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan menghadirkan pemimpin yang adaptif serta mampu menata prioritas pembangunan”, tukas Bupati.
Apalagi, distrik-distrik pegunungan di Kabupaten Teluk Bintuni, termasuk wilayah Dataran Moskona, menghadapi tantangan pembangunan yang khas. Kondisi geografis yang berbukit dan terjal, keterbatasan akses transportasi, serta jarak antar-kampung yang jauh seringkali memperlambat mobilitas masyarakat dan distribusi pelayanan pemerintah.
Infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, jaringan komunikasi, pendidikan, dan kesehatan masih membutuhkan perhatian serius agar dapat menjangkau seluruh warga secara merata. Selain itu, dinamika sosial budaya yang beragam, pertumbuhan ekonomi yang belum merata, serta keterbatasan kapasitas aparatur kampung turut menjadi hambatan dalam mempercepat pembangunan.
Tantangan-tantangan ini menuntut kepemimpinan kampung yang tangguh, inovatif, dan mampu memaksimalkan potensi lokal untuk memastikan bahwa masyarakat di wilayah pegunungan memperoleh manfaat pembangunan yang setara dengan wilayah lainnya.
“Untuk itu, kepada para kepala kampung yang baru saja dilantik, saya mengucapkan selamat atas amanah baru yang telah dipercayakan. Ada banyak persoalan krusial yang menunggu untuk diselesaikan. Saya berpesan agar saudara-saudara dapat menjadi pelayan masyarakat yang tanggap dan solutif, dapat mengelola pemerintahan kampung khususnya birokrasi dan keuangan secara transparan, akuntabel, dan terpercaya, dan membangun kolaborasi dengan semua pemangku kepentingan. Karena itu, saya meminta saudara-saudara untuk bekerja dengan hati, dengan kejujuran, dan dengan dedikasi penuh. Ingatlah selalu bahwa jabatan ini bukan hak pribadi, melainkan amanah negara yang harus dipertanggungjawabkan,” tandas Bupati. JP01





















