Pemda Teluk Bintuni Selamatkan Pendidikan Ratusan Anak Terdampak Konflik KKB Moskona

0
227
Wakil Bupati Teluk Bintuni, Joko Lingara, memberikan motivasi kepada murid SD terdampak konflik KKB, saat berada di ruang kelas darurat di SD Ngeri Kalikodok Bintuni, Selasa (4/11/2025).
Google search engine
Spread the love

BINTUNI, jurnalpapua – Pemda Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, bergerak cepat untuk menyelamatkan pendidikan ratusan anak dari daerah konflik Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dengan aparat keamanan di Moskona yang terjadi pada Sabtu, (11/10/2025).

Ratusan anak sekolah yang kini mengungsi di Bintuni, ibu kota kabupaten ini, melanjutkan pendidikannya di Sekolah Darurat yang disiapkan Pemerintah Daerah di SD Inpres Kalikodok, Kelurahan Bintuni Timur Distrik Bintuni.

Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Teluk Bintuni, Henry D. Kapuangan menjelaskan, jumlah anak sekolah terdampak konflik KKB itu mencapai 142 anak, terdiri atas 62 murid SD, 60 siswa SMP dan 20 siswa SMA. Mereka berasal dari SD Inpres Moyeba sebanyak 36 anak, SD Inpres Inofina 26 anak, SMP Satu Atap Moyeba 22 siswa, SMP Negeri Meyerga 38 siswa dan SMA Meyerga 20 siswa.

“Kita selamatkan pendidikan anak-anak ini, karena mereka adalah generasi masa depan di Teluk Bintuni. Jangan sampai mereka putus sekolah,” kata Henry D. Kapuangan, saat bersama-sama Wakil Bupati Joko Lingara dan Plt Sekda Putu Suratna mengunjungi para siswa ini di SD Kalikodok.

Dari kampung halamannya di Moskona, para siswa ini sementara mengungsi di rumah keluarga yang ada di Bintuni. Mereka ada yang tinggal sementara di perkampungan belakang Markas Sub Denpom, Tahiti, Kampung Lama, Tisai, Pasar Sentral dan di Taman Kota.

Selain menyiapkan ruas kelas darurat untuk pendidikan mereka, Pemda Teluk Bintui juga memberikan bantuan seragam sekolah, mulai baju hingga sepatu, serta tiket AMB untuk kebutuhan berangkat dan pulang sekolah.

Selain membantu seragam dan perlengkapan sekolah, Pemda Teluk Bintuni juga memberikan tiket bus Angkutan Masyarakat Bintuni (AMB) kepada guru dan anak sekolah, untuk keperluan berangkat dan pulang sekolah.

Wakil Bupati Teluk Bintuni, Joko Lingara menyampaikan, penyiapan Sekolah Darurat ini merupakan keputusan Bupati Teluk Bintuni  setelah melakukan pertemuan dengan kepala distrik, para orangtua dan juga guru yang mengajar di sekolah-sekolah tersebut.

“Pemerintah sudah siapkan seperti ini, anak-anak harus tetap semangat untuk belajar. Pendidikan itu penting untuk masa depan kita nanti,” kata Joko Lingara memberikan motivasi kepada anak-anak.

Kepala SD Inpres Moyeba, Mesias Orocomna menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah yang telah bergerak cepat dalam penyelamatan pendidikan anak-anak terdampak konflik KKB di Moskona. Menurutnya, kehadiran Sekolah Darurat sangat membantu para guru dalam mengajar anak didik, serta para orangtua murid.

“Semoga situasi di kampung kami segera kondusif, dan kami bisa segera kembali dan belajar seperti biasa lagi,” kata Mesias.

Seperti diketahui, konflik bersenjata antara KKB OPM dan aparat keamanan terjadi di wilayah Distrik Moskona Utara pada Sabtu, 11 Oktober 2025. Satu orang prajurit TNI meninggal dunia dan tiga orang lainnya luka dalam insiden tersebut.

Selain menimbulkan korban jiwa, kelompok tersebut juga mengaku berhasil merampas satu pucuk senjata laras panjang lengkap dengan teleskop. Aksi ini diklaim dilakukan oleh kelompok yang dipimpin Mafred Fatem bersama Manuel Aimu. Kontak senjata ini menyebabkan kepanikan di kalangan warga sipil. Sejumlah penduduk dilaporkan mengungsi ke hutan dan ke distrik lain untuk mencari tempat aman. JP01

Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here