HARI PERTAMA - Anggota Komisi XII DPR RI, Cheroline Chrisye Makalew (baju garis-garis), mengamati petugas SPBU menuag Pertalie ke bejana ukur. Dalam monitoring stok dan penyaluran BBM Bersubsidi hari pertama di Papua Barat, rombongan Komisi XII dan BPH Migas berkunjung ke SPBU Nomor 8498302 milik PT Agung Irian Permai di Jl. Baru Sowi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Minggu (26/5/2026).
Spread the love
KEMELUT Selat Hormuz yang diikuti kenaikan harga beberapa jenis Bahan Bakar Minyak (BBM), memicu keluhan dan kekhawatiran dari masyarakat kelas bawah. Meski tinggal nun jauh di Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat, namun suara mereka terdengar hingga Senayan, Jakarta.
Merespons kondisi ini, dua anggota Komisi XII DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Papua Barat, Alfons Manibui dan Cheroline Chrisye Makalew, turun gunung. Selama dua hari (Minggu – Senin, 26-27/5), keduanya mengajak serta Bambang Hermanto, anggota Komite Badah Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) untuk monitoring stok dan distribusi BBM di sejumlah SPBU.
Didampingi Arif Khakim (Sales Area Manager/SAM Papua Barat), Yunus Muharrahman (Sares Branch Manager/SBM Papua Barat 1) dan Ahmad Sofyan, SBM Papua Barat 2 PT Pertamina Patra Niaga, rombongan ini melakukan monitoring dua SPBU di Kabupaten Manokwari, dan  dua SPBU di Kabupaten Teluk Bintuni. Foto-foto : Tantowi Djauhari/portaljepe.id
CERMATI TAKARAN – Anggota Komite BPH Migas, Bambang Hermanto (rompi biru putih) dan Cheroline Chrisye Makalew, anggota Komisi XII DPR RI, mencermati angka bejana ukur yang dijelaskan Iksan, Manager SPBU Nomor 8498302 milik PT Agung Irian Permai. Untuk memastikan konsumen mendapat haknya dalam membeli BBM Bersubsidi, rombongan Komisi XII dan BPH Mgas melakukan monitoring di SPBU yang ada di Jl. Baru Sowi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Minggu (26/5/2026). Foto: Tantowi Djauhari/JPCEK MONITOR – Anggota Komisi XII DPR RI, Alfons Manibui menunjuk layar monitor CCTV di kantor PT Agung Irian Permai, yang merekam aktivitas penjualan BBM di SPBU Nomor 8498302 di Jl. Baru Sowi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Minggu (26/5/2026). Rombongan Komisi XII dan BPH Migas memastikan BBM Bersubsidi disalurkan tepat sasaran kepada konsumen yang berhak. Foto: Tantowi Djauhari/JPMONITORING – Alfons Manibuy dan Cheroline Chrisye Makalew (berbaju hitam), dua anggota Komisi XII DPR RI, Bambang Hermanto (rompi biru putih) anggota Komite BPH Migas, Arif Khakim, Sales Area Manager Papua Barat dan Yunus Muharrahman, Sales Branch Manager Papua Barat 1 PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, melakukan monitoring penyaluran BBM Bersubsidi bersama Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy (berbaju khaki). Rombongan ini turun di SPBU nomor 8698307 milik CV Sinar Bintuni, di jalan Bintuni-Tisay, Senin (27/5/2026), untuk memastikan penyaluran BBM Bersubsidi tepat sasaran. Foto:Tantowi Djauhari/JPCEK TAKARAN – Anggota Komisi XII DPR RI, Alfon Manibui (berbaju hitam) dan Bambang Hermanto, anggota Komite BPH Migas, menyaksikan petugas SPBU Nomor 8698307 milik CV Sinar Bintuni di jalan Bintuni-Tisay, Senin (27/5/2026), menuang BBM Bersubsidi kedalam bejana ukur. Monitoring penyaluran BBM Bersubsidi oleh rombongan Komisi XII DPR RI dan BPH Migas ini, untuk merespons keluhan pelanggan terkait dugaan penyalahgunaan BBM Bersubsidi pasca kenaikan harga BBM Non-subsidi. Foto : Tantowi Djauhari/JPPASTIKAN TAKARAN – Anggota Komite BPH Migas, Bambang Hermanto (pakai rompi biru putih), bersama Aripuddin, Pengawas SPBU dan Yunus Muharrahman, SBM Papua Barat 1 PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, mengamati angka takaran Pertalite yang dituang dalam bejana ukur di SPBU nomor 8698307 milik CV Sinar Bintuni, di jalan Bintuni-Tisay, Senin (27/5/2026). Anggota BPH Migas dan anggota Komisi XII DPR RI, melakukan monitoring untuk memastikan stok dan penyaluran BBM Bersubsidi sesuai standar dan tepat sasaran. Foto: Tantowi Djauhari/JPMANUAL – Seorang petugas di SPBU Kompak Nomor 8698308 milik CV Nurul Abadi di Jl Raya Bintuni – Tisay, menuang BBM Bersubsidi menggunakan canting ukur kedalam jeriken kapasitas 5 liter. Meski beroperasi di wilayah ibu kota kabupaten dengan jaringan listrik yang menyala 24 jam, pengelola SPBU ini masih menjual BBM Bersubsidi ke konsumen dengan takaran manual. Rombongan Komisi XII DPR RI dan Komite BPH Migas yang melakukan monitoring pada Senin (27/5/2026) di SPBU ini, meminta cara penjualannya harus diubah menggunakan dispenser atau mesin pompa, untuk memastikan kualitas dan takaran BBM Bersubsidi kepada masyarakat. Foto: Tantowi Djauhari/JPJERIKEN – Rombongan Komisi XII DPR RI, Komite BPH Migas, perwakilan Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku serta Bupati Teluk Bintuni, menemukan adanya SPBU Kompak yang masih menggunakan jeriken dan takaran manual dalam menjual BBM Bersubsidi. Padahal, SPBU Kompak nomor 8698308 milik CV Nurul Abadi di Jl Raya Bintuni – Tisay ini, lokasinya berada di ibu kota kabupaten dengan jaringan listrik yang sudah menyala 24 jam. Monitoring pada Senin (27/5/2026) ini, untuk merespons keluhan masyarakat pasca kenaikan harga beberapa jenis BBM dan kemelut Selat Hormuz. Foto : Tantowi Djauhari/JP
BINTUNI, jurnalpapua - Puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 14 Paguyuban Keluarga Wong Jowo (Pakuwojo) Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, pada Sabtu (9/5/2026),...
“Kami lakukan analisa secara data, dan jika kami temukan anomali transaksi, tentu kami akan ambil tindakan berupa punishment terhadap penyalur yang melakukan penyimpangan atau...
BINTUNI, jurnalpapua – Bupati Kabupaten Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, meminta kepada seluruh perangkat daerah menyiapkan data keuangan yang akurat, dan Bendahara Pengeluaran tidak meninggalkan...
BINTUNI, jurnalpapua - Komitmen pemerintahan Yohanis Manibuy - Joko Lingara dalam memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Teluk Bintuni, terus menunjukkan progres signifikan. Kekuatan utama...