Mewujudkan Keadilan Harga BBM di Wilayah 3T

0
173
KEPASTIAN HAK - Seorang petugas SPBU 86.984.21 di Jl. Napirboy Trans Waisai, Kelurahan Saonek Distrik Waigeo Selatan Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, menuang BBM jenis Pertalite setelah dilakukan pengukuran menggunakan galon ukur, Sabtu, 4 Oktober 2025. Pemerintah menjalankan program BBM Satu Harga untuk mewujudkan keadilan harga BBM di seluruh Indonesia.
Google search engine
Spread the love

PEMERINTAH menggagas Program BBM Satu Harga dengan menerbitkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 36 Tahun 2016 tentang Percepatan Pemberlakuan Satu Komitmen Sukseskan Program BBM Satu Harga Harga Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu dan Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan secara Nasional. Dengan sasaran wilayah 3T (terluar, terpencil dan tertinggal), harga BBM jenis Premium (kini Pertalite) dan Solar bersubsidi harus seragam di seluruh Indonesia dengan memperbanyak pembangunan agen penyalur resmi.

Manfaat dari program ini, selain menjamin ketersediaan BBM di wilayah 3T, juga mengurangi disparitas harga BBM di Indonesia, meningkatkan keterjangkauan harga BBM serta memperkuat daya beli masyarakat di wilayah 3T. Sales Area Manager Papua Barat 1 PT Pertamina Patra Niaga, Irsan Gasani menyampaikan, selaku pelaksana program, tahun ini pihaknya akan menambah lagi enam titik SPBU BBM Satu Harga, yang tersebar di Kabupaten Raja Ampat (1 titik), Kabupaten sorong Selatan 2 titik, Kabupaten Sorong 1 titik dan Kabupaten Teluk Bintuni 2 titik. Foto-foto: Tantowi Djauhari/JP

LEMBAGA PENYALUR – SPBU Nomor 86.984.21 yang dioperasikan PT Lima Putra di Jl. Napirboy Trans Waisai, Kelurahan Saonek Distrik Waigeo Selatan Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, terdaftar sebagai pelaksana kebijakan BBM Satu Harga. Sales Area Manager Papua Barat 1 PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Irsan Gasani, menyebut, di Kabupaten Raja Ampat, total terdapat 14 Lembaga Penyalur BBM untuk melaksanakan Program BBM satu Harga di wilayah 3 T (terpencil, tertinggal, terluar). Foto diambil pada Sabtu, 4 Oktober 2025.
TEKNOLOGI DIGITAL – Seorang petugas SPBU 86.984.21 di Jl. Napirboy Trans Waisai, Kelurahan Saonek Distrik Waigeo Selatan Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, mencatat secara digital penjualan BBM Subsidi jenis Pertalite, Sabtu, 4 Oktober 2025. Penggunaan teknologi digital dalam distribusi BBM Subsidi, menjadi langkah PT Pertamina Patra Niaga dalam menjalankan program BBM Satu Harga agar tepat sasaran.
JAGA KUALITAS DAN KUANTITAS – Seorang petugas SPBU 86.984.21 di Jl. Napirboy Trans Waisai, Kelurahan Saonek Distrik Waigeo Selatan Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, menuangkan BBM jenis Pertalite ke galon takar 20 liter pada Sabtu, 4 Oktober 2025. Sales Area Manager Papua Barat 1 PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Irsan Gasani, menyebut, pengecekan secara rutin itu dilakukan untuk memastikan kualitas dan kuantitas BBM yang dijual ke masyarakat, terjaga.
PASTIKAN TAKARAN – Sales Area Manager Papua Barat 1 PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Irsan Gasani, sedang memeriksa angka pada galon takar 20 liter BBM di SPBU 86.984.21 di Jl. Napirboy Trans Waisai, Kelurahan Saonek Distrik Waigeo Selatan Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, Sabtu, 4 Oktober 2025. Ambang batas tolerasi kekurangan takaran adalah 0,6 mililiter. Jika sudah melebihi ambang batas, maka mesin pompa SPBU harus diklabirasi ulang.
HAK YANG SAMA – Petugas SPBU 86.984.21 di Jl. Napirboy Trans Waisai, Kelurahan Saonek Distrik Waigeo Selatan Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, menerima uang pembelian Pertalite dari seorang warga pada Sabtu, 4 Oktober 2025. Dengan kebijakan BBM Satu Harga, masyarakat yang ada di wilayah 3T (terpencil, tertinggal dan terluar) Papua, bisa mendapatkan hak yang sama dengan konsumen di luar Papua, baik dalam hal harga, kualitas dan kuantitas.
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here