Pecahkan Rekor, Klaim BPJS RSUD Teluk Bintuni Tembus Rp 1 Miliar

0
79
RSUD Teluk Bintuni yang berstatus BLUD, terus berbenah untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat.
Spread the love

BINTUNI, jurnalpapua – Manajemen RSUD Kabupaten Teluk Bintuni berhasil mencatatkan rekor klaim BPJS Kesehatan senilai Rp 1 miliar. Nominal yang menjadi pendapatan Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) ini, tercatat pada bulan Agustus 2023.

Plt Direktur RSUD Teluk Bintuni, drg. Ferdinand Mangalik menyebut, klaim BPJS senilai Rp 1 miliar tersebut menjadi yang pertama sejak BLUD itu berdiri. Sebelumnya, rata-rata klaim BPJS yang diperoleh RSUD Teluk Bintuni, hanya pada bilangan ratusan juta.

“Padahal target saya itu nanti di awal tahun 2024, klaim BPJS di atas Rp 1 miliar. Ini baru masuk klaim bulan Agustus, ternyata sudah tembus Rp 1 miliar. Saya yakin pada bulan-bulan berikutnya, akan lebih dari Rp 1 miliar, dan target di awal tahun 2024 itu bisa tercapai lebih cepat,” kata Ferdinand Mangalik kepada media ini, Senin (30/10/2023).

Nominal klaim BPJS Kesehatan oleh manajemen RSUD tersebut, terbaca dari jumlah Surat Eligibilitas Peserta (SEP) yang diterima BPJS. SEP adalah dokumen penting dalam sistem BPJS Kesehatan yang memberikan kejelasan mengenai kelayakan dan hak peserta untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. SEP menjadi kunci dalam memastikan aksesibilitas, kepastian, dan keadilan dalam layanan medis yang diberikan kepada peserta BPJS Kesehatan.

Setiap pasien yang berobat ke RSUD, kata Ferdinand Mangalik, akan diterbitkan SEP setelah dilakukan screening kelengkapan dokumennya. Dengan adanya SEP, maka setiap tindakan medis yang diterima pasien RSUD Teluk Bintuni, seluruh biayanya akan dicover oleh BPJS Kesehatan. SEP itu yang kemudian menjadi dasar manajemen RSUD menagihkan biaya ke pihak BPJS Kesehatan.

“Kalau pasien tidak terpenuhi syarat penerbitan SEP-nya, ya otomatis kami tidak bisa menagih. Akhirnya biaya layanan medis yang timbul, ditanggung sendiri oleh rumah sakit,” jelas Ferdinand.

Menurutnya, hingga kini belum seluruhnya pasien yang berkunjung ke RSUD Teluk Bintuni, bisa diterbitkan SEP dan ditagihkan biayanya ke BPJS Kesehatan. Namun sejak ia duduk sebagai Plt Direktur, pembenahan terus dilakukan dan proses penerbitan SEP terus merangkak naik.

Ferdinand Mangalik mencontohkan. Sepanjang tahun 2021, dari jumlah pasien rawat jalan (poliklinik) yang berkunjung ke RSUD Teluk Bintuni sebanyak 14.250 orang, jumlah SEP yang bisa diterbitkan hanya 952 orang atau 6,7 %. Tahun 2022, dari 18.620 pasien yang berkunjung, persentase SEP yang bisa diterbitkan mulai naik menjadi 21,3 persen atau sebanyak 3.893 orang.

Sementara untuk pasien rawat inap di tahun 2021 sebanyak 2.102 orang, SEP yang bisa diterbitkan sebanyak 308 orang (14,7%). Tahun 2022, dari kunjungan pasien sebanyak 2.865 orang, SEP-nya sebanyak 1.123 orang (39,2%).

Untuk tahun 2023, dari rekapitulasi bulanan, tren penerbitan SEP-nya kata Ferdinand Mangalik, cukup positif. Untuk pasien Rawat Jalan (Poliklinik) misalnya. Di Januari dari jumlah kunjungan sebanyak 1.842 orang, SEP-nya terbit sebanyak 656 orang (35,6%). Februari, dari jumlah pasien 1.735 orang, 671 orang diterbitkan SEP (38,7 %).

Klaim BPJS Kesehatan Ferdinand Mangalik bilang, menjadi salah satu sumber pendapatan BLUD RSUD Teluk Bintuni selain pendapatan dari layanan Medical Cek Up (MCU) dan sumber pendapatan lain di luar pelayanan medis.

Target yang saat ini sedang ia upayakan adalah, selain terus meningkatkan penerbitan SEP sesuai jumlah kunjungan pasien, juga memperpendek rentang pelaporan klaim BPJS. Saat ini, posisinya masih berada pada N-2, dan Ferdinand mematok target bisa ditagihan pada N-1.

“Misalnya untuk SEP bulan September, bisa kita tagihkan di bulan Oktober. Kalau saat ini kan masih N-2, SEP bulan Agustus baru tertagih di bulan Oktober,” ungkap Ferdinand.  

Dengan kekompakan para pegawai dan seluruh tenaga medis yang ada, Ferdinand meyakini seluruh target itu bisa dicapai dengan mudah. “Kami bisa mendapatkan klaim BPJS Rp 1 miliar ini, karena kami kompak. Tim RSUD saat ini cukup solid dalam membenahi seluruh kekurangan yang ada,” tukasnya. JP01

Google search engine

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here