Ketum PWI Kembali Mengingatkan, Wartawan Tak Boleh Jadi Pengurus Partai

0
478
Atal S. Depari, Ketua Umum PWI
Google search engine
Spread the love

MANOKWARI, jurnalpapua.id – Menjelang tahun politik yang akan berlangsung pada tahun 2024, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Atal S. Depari kembali mengingatkan anggotanya agar mematuhi pedoman dalam Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) organisasi.

“Karena pedoman ini juga untuk mengukur ketaatan dan kepatuhan wartawan terhadap kode etik jurnalistik,” kata Atal S Depari, saat menghadiri Konferensi Kerja II PWI Papua Barat di Manokwari, Jumat (10/12/2021).

Dikatakan Atal, dalam PD/PRT PWI sangat jelas; anggota PWI tidak boleh menjadi pengurus partai politik dan organisasi yang berafilisiasi dengan partai politik, termasuk organisasi lainnya yang dilarang oleh Negara.

Selain tidak menjadi pengurus parpol, bentuk kepatuhan insan pers di bawah naungan organisasi PWI terhadap PD/PRT adalah, menyelenggarakan Konferensi Kerja Provinsi, sekurang-kurangnya sekali dalam periodisasi.

Pembukaan konferensi kerja PWI Papua Barat di hadiri Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, Kapolda Papua Barat yang diwakili Kabid Humas Kombes Pol Adam Erwindi, dan Gubernur Papua Barat yang diwakili Asisten I Robert Rumbekwan.

Dalam konferensi kerja PWI Papua Barat, Atal berharap dapat tercipta sharing dan gagasan, melahirkan program-program yang inovatif dan berkelanjutan dan atas dukungan mitra kerja PWI di Papua Barat.

“Saya berharap konferensi kerja kali ini dapat melahirkan proyeksi yang lebih baik dan lebih bermanfaat bagi anggota, serta eksistensi organisasi,” harap Atal.

Berita Terkait: Konferensi Kerja PWI Papua Barat, Gubernur: Ada Tiga Peran Pers yang Harus Menonjol

Ketua PWI Papua Barat, Bustam menyebut, konferensi kerja kali ini adalah yang kedua di laksanakan. Kegiatan ini untuk merumuskan agenda kerja yang efektif dan berdaya, guna mendukung kinerja wartawan dan pembangunan di Papua Barat.

“Seperti kita ketahui bersama peran pers dalam pembangunan adalah sebagai alat utama dalam mensosialisasikan, mempromosikan, mendorong, mensukseskan, mengkritisi, sekaligus memantau aktivitas pembangunan. Peran pers juga untuk mencerdaskan masyarakat, agar lebih kritis terhadap situasi yang terjadi,” kata Bustam.

Karena itu, pers tidak hanya sebagai bagian dari alat pembangunan, namun merupakan mitra strategis pemerintah dalam menjalankan program pembangunan. PWI Papua Barat diharapkan selalu berdiri di garis depan dalam mendukung kerja-kerja pers dan pembangunan di Papua Barat.

Karena itu, kata Bustam,  PWI Papua Barat dituntut memiliki program kerja yang efektif, guna mendorong tumbuhnya wartawan yang berkualitas dan kompeten, sehingga dapat melahirkan karya-karya jurnalistik terbaik.

“Dengan menghadirkan wartawan-wartawan yang profesional, maka tentu akan berimbas pada keberlangsungan pembangunan di daerah yang lebih efisien, akuntabel dan transparan,” jelas Bustam.

PWI sebagai wadah berkumpul, membina, mendidik dan meningkatkan kapasitas wartawan, perlu memainkan peran. Oleh Karena itu, Bustam berharap mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Papua Barat maupun Kabupaten/Kota, agar tugas-tugas jurnalistik di wilayah ini dapat berjalan sesuai harapan bersama. JP01

Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here