Bupati Teluk Bintuni: Jihad Santri Kekinian itu Membangun Ekonomi dan Pendidikan

0
204
Bupati Teluk Bintuni, Ir Petrus Kasihiw MT (tengah, pakai batik), bersama anak-anak santri usai upacara HSN di Lapangan Banjar Ausoy SP 4 Distrik Manimeri, Jumat (22/10/2021).
Spread the love

BINTUNI, jurnalpapua.idHari Santri Nasional (HSN) yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober, merupakan upaya meneladani semangat jihad para pendahulu bangsa dalam merebut memperjuangkan kemerdekaan dari penjajah.

Semangat jihad itu harus terus dikobarkan, dengan bentuk perjuangan yang disesuaikan kondisi saat ini.

Menurut Bupati Kabupaten Teluk Bintuni, Ir Petrus Kasihiw, pengertian jihad di jaman kemerdekaan ini, bukan lagi dimaknai berperang melawan penjajah atau orang kafir.

“Banyak bentuk jihad kekinian yang harus dilakukan oleh santri, misalnya jihad di bidang Pendidikan,  ekonomi, konstitusi, kebudayaan dan lainnya,” kata Bupati Petrus Kasihiw, dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Bupati Matret Kokop, saat upacara HSN 2021 di Lapangan Sepakbola SP 4, Kampung Banjar Ausoy Distrik Manimeri, Jumat (22/10/2021).

Menurutnya, banyak pilihan jihad yang bisa dipilih kaum santri, sebagai jalan ibadah dan sekaligus memberi kontribusi untuk NKRI. Semangat juang seperti inilah yang harus terus digelorakan para santri yang cinta pada ibu pertiwi.

Merujuk pada tema besar HSN tahun 2021; Santri Siaga Jiwa dan Raga, Bupati Petrus Kasihiw mengajak para santri bersama-sama untuk menjadi bagian dari santri yang nyantri dengan menunjukkan kesiapsiagaan jiwa dan raga kita untuk agama, bangsa dan NKRI. Terlebih Indonesia saat ini tengah diuji dengan situasi pandemi Covid-19.

Sebagai santri, lanjut Bupati, bisa berperan dengan hal kecil namun akan berdampak besar bagi kebaikan bangsa ini. Misalnya dengan selalu menjaga kesehatan, menerapkan protokol kesehatan hingga berpartisipasi untuk mengikuti program vaksin. Itu semua kita lakukan untuk menyongsong hari esok yang lebih baik.

“Alhamdulillah, saat ini kita sedang memperingati peringatan Hari Santri Nasional 2021, adanya peringatan hari santri ini bertujuan untuk meneladani semangat jihad keindonesiaan para pendahulu. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa penetapan hari Santri pada tanggal 22 Oktober merujuk pada fatwa Resolusi Jihad,” kata Bupati.

“Saya selaku Bupati Teluk Bintuni, menyampaikan terima kasih juga kepada seluruh Pengurus PCNU Kabupaten Teluk Bintuni dan Badan Otonomnya yang sudah memfasilitasi Perayaan Hari Santri Nasional Tahun 2021 di Kabupaten Teluk Bintuni,” kata Petrus Kasihiw. JP01

Google search engine

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here