BINTUNI, jurnalpapua – Wagiman SE, Ketua Terpilih Paguyuban Keluarga Wong Jowo (Pakuwojo) Kabupaten Teluk Bintuni menyatakan, kegiatan Musda Pakuwojo tandingan yang digelar sekelompok orang dalam beberapa hari terakhir, adalah ilegal dan tidak sah.
Pasalnya, Pakuwojo sebagai induk organisasi kerukunan keluarga masyarakat Jawa yang ada di Teluk Bintuni, secara resmi telah melaksanakan Musda pada 27 Juni 2026 yang berlangsung di Pendopo Agung Awarepi.
Musda ini diikuti oleh kerukunan keluarga dari daerah-daerah yang ada di Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta dan keluarga Pasundan selaku pemilik hak pilih. Kerukunan keluarga ini, merupakan pilar-pilar Pakuwojo selaku induk organisasi.
Hasil dari pelaksanaan Musda ini, Wagiman SE mendapatkan 27 suara pilar. Sedangkan dua calon lain, Tantowi dan Iskandar Muda, masing-masing hanya mendapat 1 suara pilar.
“Kalau ada sekelompok orang yang tidak puas dengan hasil Musda itu, dan sekarang membuat Musda sendiri dengan mengatasnamakan Pakuwojo, itu adalah perbuatan ilegal dan tidak sah,” kata Wagiman SE, Senin (9/9/2026). Penegasan ini disampaikan Wagiman menyusul adanya aktivitas sekelompok orang yang akan menggelar Musda Pakuwojo.
Dari selebaran informasi Musda yang beredar, terdapat foto Sistoyo yang ditulis sebagai Kareteker Ketua Pakuwojo, dan Sukadi selaku Ketua Panitia Musda Pakuwojo.Di bawah foto keduanya, terdapat gambar tiga orang yang disebut-sebut sebagai calon Ketua Pakuwojo Periode 2026 – 2031. Mereka adalah Ashari, Suroso dan Tawaryanto.
Wagiman juga menyayangkan cara-cara licik dan manipulatif yang dilakukan oknum-oknum kelompok ini, dengan membodohi masyarakat kecil, petani, pedagang sayur yang ada di lorong-lorong perkampungan.
“Mereka bilang Musda Pakuwojo di Pendopo itu tidak sah karena hanya dipilih 27 orang. Ini pernyataan yang menyesatkan. Kalau mereka itu orang terdidik, punya niat baik dan tidak ambisius, kenapa tidak sampaikan fakta yang sebenarnya. Yang memilih saya itu perwakilan 27 daerah atau pilar, bukan perwakilan orang per orang,” ungkap Wagiman.
Dengan fakta-fakta ini, Wagiman menghimbau kepada seluruh masyarakat Jawa yang ada di Teluk Bintuni, tidak terpengaruh dengan informasi-informasi menyesatkan, tetap menjaga persatuan dan kerukunan keluarga masyarakat Jawa di Teluk Bintuni.
Jika memang ada sekelompok orang yang berambisi menggelar musda untuk masyarakat Jawa, Wagiman selaku Ketua Pakuwojo terpilih, mempersilakan, tetapi jangan menggunakan nama, logo maupun atribut Pakuwojo. Sebab, sampai saat ini, Pakuwojo Teluk Bintuni itu hanya ada satu, dan sekretariatnya ada di Pendopo Agung Awarepi.
“Pakuwojo yang asli hanya ada satu, tempatnya di Pendopo Awarepi. Kalau yang diluar itu, saya pastikan illegal,” tandas Wagiman. JP03





























