bp Berau Akan Serahkan Aset Mess Karyawan di Babo ke Pemda Teluk Bintuni

0
2
Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, saat melakukan kunjungan ke Babo untuk melihat langsung kondisi aset Mess Karyawan bp Berau yang akan diserahkan ke Pemda, Kamis (5/11/2026).
Google search engine
Spread the love

BABO, jurnalpapua – Manajemen bp Berau selaku operator pengelola sumur gas di wilayah pesisir Teluk Bintuni, Papua Barat, akan menyerahkan sejumlah aset-asetnya kepada Pemerintah Daerah. Salah satu asset itu, adalah Babo Camp atau Mess Karyawan bp.

Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, didampingi Habel Tanati selaku Social Performance and Delivery Manager di bp Indonesia, Kamis (5/11/2026) siang, meninjau langsung kondisi aset-aset bp yang dibangun di atas lahan Pemda Teluk Bintuni tersebut.

“Saya berharap aset ini dapat dimanfaatkan dan dikelola oleh pemerintah daerah melalui BUMD,” kata Bupati Yohanis Manibuy.

Bupati mengapresiasi niat baik bp Berau yang akan menyerahkan kembali aset yang dibangun di atas tanah Pemda tersebut. Hasil peninjauan tersebut, akan segera ditindaklanjuti agar dapat dikelola sebagai sumber PAD, melalui pengelolaan aset berupa rumah singgah atau mess penginapan yang dikelola BUMD.

“Pada kesempatan yang baik ini, saya menyampaikan terima kasih kepada Bapak management BP Indonesia serta semua pimpinan pusat atas inisiatif dan rencana menghibahkan aset bangunan di atas tanah pemda,” kata Bupati.

Dalam kunjungan ini, Bupati didampingi Jandry Salakory, Plt. Kepala Dinas Perhubungan, Ferdinan Timisela, Dewan Pengawasan Perusda Bintuni Maju Mandiri (BMM),  staf bidang pengelola aset daerah BPKAD, perwakilan Badan Pertanahan Nasional (BPN), unsur pemerintah distrik babo dan pihak terkait lainnya.

Melalui peninjauan awal ini, Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, kata Bupati Yohanis, akan mendorong BUMD untuk segera mengkaji kembali pemanfaatan aset tersebut agar sejalan dengan kepentingan masyarakat.

Penataan tersebut diharapkan mampu menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menjawab kebutuhan optimalisasi kemandirian fiskal daerah yang semakin penting untuk diperkuat.

Menurut Bupati Yohanis Manibuy, keterpaduan antara perencanaan dan penganggaran menjadi fondasi utama pembangunan. Hal tersebut sekaligus menjadi cara untuk menguatkan kapasitas fiskal daerah yang saat ini masih lemah, karena struktur APBD masih didominasi oleh dana transfer dari pemerintah pusat.

“Oleh karena itu, pemerintah daerah ingin memastikan setiap aset yang berada di kawasan strategis tersebut memberi manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” tukas Bupati Yohanis Manibuy. JP03

Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here