Yulius Ronadi: Konflik Laut Merah Ancam Rantai Pasok, Harga Tepung Terigu Berpotensi Naik 20%

0
39
Google search engine
Spread the love

SURABAYA,jurnalpapua.id – PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari mengawali tahun 2026 dengan tren positif. Memasuki bulan kedua tahun ini, produsen tepung terigu terbesar di Indonesia tersebut mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 3 persen di wilayah Indonesia Timur jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Pertumbuhan ini didorong oleh tingginya permintaan pasar, khususnya pada produk tepung protein rendah, Kunci Biru. VP Marketing Bogasari Wilayah Indonesia Timur, Yulius Ronadi, mengungkapkan bahwa produk kemasan 1 kilogram (ritel) dan 25 kilogram (industri) menjadi motor utama yang diserap kencang oleh para perajin biskuit.

Namun, di tengah optimisme pasar, Yulius memberikan catatan merah terkait dinamika geopolitik di Timur Tengah. Penutupan jalur pelayaran global baru-baru ini diprediksi akan memicu pembengkakan biaya pengiriman (freight cost) hingga 20 persen, lantaran kapal pengangkut harus memutar rute menuju Tanjung Harapan di Afrika.

“Dampaknya pasti ke ongkos minyak (bahan bakar). Sekitar seperlima atau 20 persen peredaran minyak dunia melewati jalur tersebut, sehingga jika ditutup, kapal harus memutar jauh,” ujar Yulius di Surabaya, Rabu (4/3).

Ia memperkirakan, gangguan rantai pasok global ini berpotensi meningkatkan biaya logistik hingga 20%. Kondisi ini pada akhirnya dapat mempengaruhi harga pokok penjualan tepung terigu di dalam negeri.(JP02)

Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here