Perkuat Keamanan Wilayah Timur, KRI Balongan-908 dan KRI Dorang-874 Sandar di Tual

0
37
Pemkab Maluku Tenggara Sambut Satgas Operasi Trisila 26, Perkuat Sinergi Pengamanan Laut Timur. Foto:Rikhard
Google search engine
Spread the love

TUAL,jurnalpapua.id – Sebanyak dua kapal perang Republik Indonesia, KRI Balongan-908 dan KRI Dorang-874, telah bersandar di Dermaga Pelabuhan Umum Yos Sudarso, Tual, pada Sabtu (28/2/2026). Kedatangan dua kapal perang ini menjadi penanda dimulainya pelaksanaan Operasi Trisila 26 di wilayah Kota Tual dan sekitarnya.

Operasi Trisila merupakan operasi rutin yang digelar Komando Armada (Koarmada) Republik Indonesia. Tujuan utamanya adalah untuk menjaga stabilitas keamanan laut, melindungi kepentingan nasional di laut, serta membina dan memperkuat potensi maritim di wilayah operasi.

Wakil Komandan Satgas Operasi Trisila 26, Kolonel Laut (P) Son Haji Hariyoko, menjelaskan bahwa operasi ini terbagi dalam tiga wilayah armada, yakni Koarmada I, Koarmada II, dan Koarmada III. Khusus untuk wilayah Koarmada III, tahap pertama operasi dimulai dari Sorong.

“Rute selanjutnya mencakup Pulau Bras, Ternate, Tidore, Ambon, Saumlaki, Tual, lalu menuju Dobo/Aru, Timika, Fakfak, dan Kaimana, sebelum akhirnya kembali ke Sorong.”ujarnya seperti dikutip infopublik.

Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Tual, Kolonel Laut (P) Andik Putro Wibowo, memaparkan peran kedua kapal yang dikerahkan. KRI Balongan-908 berfungsi sebagai kapal patroli cepat yang bertugas mengawasi wilayah laut dan mengamankan objek vital maritim. Sementara itu, KRI Dorang-874 akan memperkuat patroli pendukung untuk mencegah pelanggaran hukum serta mengawasi jalur-jalur pelayaran yang bersifat strategis di kawasan tersebut.

Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menyambut baik dan menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Satuan Tugas (Satgas) Operasi Trisila 26. Mereka berharap kehadiran satgas ini dapat memperkuat sinergi antara TNI AL, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Mengingat kawasan Laut Timur memiliki nilai strategis bagi pertahanan negara dan pembangunan nasional, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di wilayah perbatasan dan kepulauan.(JP02)

Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here