JAKARTA,jurnalpapua.id – Kementerian Transmigrasi membuka peluang kolaborasi strategis dengan PT Agrinas Jaladri Nusantara untuk mengoptimalkan potensi kawasan transmigrasi. Fokus utama kerja sama ini diarahkan pada pengembangan sektor perikanan, khususnya di wilayah pesisir seperti Papua.
Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, menegaskan bahwa langkah ini merupakan realisasi arahan presiden untuk mewujudkan pembangunan kesejahteraan yang merata hingga ke wilayah timur Indonesia. Ia menekankan bahwa kawasan transmigrasi tidak boleh lagi dipandang sekadar sebagai lokasi permukiman baru. Lebih dari itu, wilayah-wilayah tersebut harus bertransformasi menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang digerakkan oleh potensi lokal.
Menurut Menteri Iftitah, subsektor perikanan menyimpan peluang sangat besar untuk dikembangkan di kawasan transmigrasi. Meskipun Indonesia dikenal memiliki sumber daya laut yang melimpah, pemanfaatannya dinilai belum optimal karena terkendala rantai pasok, minimnya industri pengolahan, serta kekurangan tenaga kerja terampil.
“Kekayaan laut kita luar biasa besar, namun sayangnya belum didukung ekosistem industri yang kuat. Di sinilah peran strategis program transmigrasi, yaitu untuk menghadirkan sumber daya manusia yang produktif dan siap mengelola potensi tersebut,” ujar Menteri Iftitah dalam pernyataannya usai melakukan audiensi dengan pimpinan PT Agrinas Jaladri Nusantara di Jakarta, Selasa (24/2).
Papua menjadi prioritas utama dalam rencana pengembangan ini karena kondisi perairannya yang masih sangat alami dan kaya akan sumber daya perikanan. Menteri Iftitah melihat kondisi geografis tersebut sebagai modal besar untuk mewujudkan pusat ekonomi berbasis kelestarian lingkungan.
“Laut di Papua masih terjaga dengan baik. Ini adalah peluang emas untuk mengembangkan konsep ekonomi biru dan hijau. Kami ingin pembangunan di Papua benar-benar berakar dan bertumpu pada potensi wilayahnya sendiri, bukan membawa pola dari luar,” jelasnya.
Sambutan positif datang dari pihak BUMN. Direktur Utama PT Agrinas Jaladri Nusantara, Kharisma Febriansyah, menyatakan bahwa perusahaannya melihat kawasan transmigrasi memiliki nilai strategis untuk dikembangkan sebagai pusat perikanan terpadu. Pihaknya siap membuka lapangan pekerjaan serta memberikan pembinaan di kawasan tersebut.
“Jika perencanaannya matang, kawasan transmigrasi bisa menjadi ekosistem perikanan yang utuh. Proses produksi, pengolahan hasil tangkapan, hingga distribusi dapat berjalan dalam satu kesatuan sistem yang efisien,” pungkas Kharisma.(JP02)


















