
ACEH TENGAH,jurnalpapua.id – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., menyerahkan 252 unit hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, pada Sabtu (15/2).**
Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada perwakilan penerima manfaat. Acara tersebut turut dihadiri Bupati Aceh Tengah Haili Yoga dan Wakil Bupati Muchsin Hasan.
Bupati Aceh Tengah mengungkapkan rasa syukur atas dukungan BNPB sejak masa tanggap darurat hingga tahap pemulihan. Ia menyampaikan bahwa warga kini dapat menempati hunian yang lebih layak menjelang bulan Ramadan berkat arahan Presiden melalui Kepala BNPB.
Kunjungan Kepala BNPB ke Aceh Tengah merupakan yang keempat kalinya sejak akhir November 2025. Saat Gunungapi Burni Telong meningkatkan statusnya hingga Siaga Level III, Suharyanto tetap berada di lokasi untuk memastikan penanganan bencana berjalan optimal dan terkoordinasi.
BNPB terus memberikan dukungan lanjutan di masa transisi darurat menuju pemulihan. Bantuan tersebut mencakup dana stimulan perbaikan rumah rusak ringan dan sedang, pembangunan huntara, serta Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi warga yang rumahnya mengalami rusak berat atau hilang.
Huntara yang dibangun tersebar di tiga kampung, yaitu Kampung Serempah, Kampung Bintang Pepara, dan Kampung Burlah. Hunian bertipe komunal ini dilengkapi fasilitas pendukung seperti sumur bor air bersih, sistem sanitasi, pembuangan limbah, serta jaringan listrik gratis.
BNPB juga memenuhi kebutuhan dasar penghuni dengan menyediakan alas lantai, tikar, karpet, kasur, bantal, guling, dan selimut. Kementerian Sosial RI akan memberikan dukungan tambahan senilai Rp3 juta per unit untuk perabotan rumah tangga.
Bagi warga yang memilih menyewa tempat tinggal sementara, BNPB menyediakan Dana Tunggu Hunian sebesar Rp600 ribu per bulan. Penerima DTH tetap mendapatkan dukungan logistik dan kebutuhan dasar lainnya selama masa sewa.
Kepala BNPB menegaskan bahwa seluruh warga terdampak memiliki hak yang sama atas bantuan, baik yang menempati huntara maupun yang memilih skema DTH. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melalui BPBD setempat memastikan hak masyarakat terpenuhi tanpa kecuali.
Untuk wilayah Kecamatan Linge, BNPB akan menerapkan skema DTH hingga seluruh huntara selesai dibangun. Dari total rencana 529 unit huntara di Linge, sebanyak 198 unit telah rampung dan sisanya ditargetkan selesai pada pertengahan Februari 2026.
Kepala BNPB memastikan setiap kepala keluarga yang rumahnya rusak berat, berada di zona rawan bencana, atau hilang akibat bencana berhak memperoleh hunian tetap (huntap). BNPB mendorong Pemkab Aceh Tengah segera mengajukan data calon penerima berdasarkan skema by name by address (BNBA).
Dalam dialog bersama masyarakat, muncul aspirasi terkait kondisi tenda sekolah darurat yang dinilai tidak layak. Kepala BNPB langsung memerintahkan pembangunan huntara khusus sekolah dengan ukuran dan fasilitas memadai. Untuk sarana prasarana pendidikan, BNPB akan berkoordinasi dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.(JP02)

















