JAKARTA,jurnalpapua.id – PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) resmi meluncurkan strategi ekspansi besar-besaran untuk tahun 2026 dengan menghadirkan paket perjalanan yang lebih fleksibel dan eksklusif. Langkah ini diambil dengan memaksimalkan seluruh aset perusahaan, mulai dari armada kereta mewah hingga pengelolaan situs bersejarah.
Dalam pengembangan sektor Tour & MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) tahun ini, KAI Wisata mengintegrasikan layanan Kereta Panoramic dengan fasilitas penunjang seperti Luxury Lounge dan Rail Transit Hotel. Tak hanya soal transportasi, destinasi ikonik seperti Lawang Sewu dan Museum Ambarawa juga dijadikan poin utama dalam menciptakan pengalaman perjalanan yang bernilai tinggi bagi konsumen.
Riesta Junianti selaku Corporate Branding & Communication KAI Wisata menegaskan bahwa penguatan sektor ini akan didorong oleh strategi penjenamaan yang lebih agresif. Pihaknya berencana menjalin kolaborasi lebih luas guna memastikan pesan merek sampai ke target pasar yang tepat.
Layanan terpadu ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan beragam segmen, mulai dari agenda pertemuan korporat, perjalanan insentif, hingga penyewaan kereta secara privat (private charter). Selain itu, paket ini juga menyasar delegasi internasional yang mencari cara unik mengeksplorasi keindahan Indonesia melalui jalur rel.

Vice President Corporate Secretary KAI Wisata, Otnial Eko Pamiarso, mengungkapkan bahwa fokus strategis ini merupakan respons terhadap potensi besar pada pasar perjalanan premium. Menurutnya, langkah ini menjadi upaya perusahaan dalam mendukung percepatan pertumbuhan pariwisata nasional.
Untuk memperluas jangkauan pasar hingga ke level global, KAI Wisata kini mengedepankan pendekatan narasi perjalanan atau storytelling. Strategi ini melibatkan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk agen perjalanan, perusahaan, dan komunitas pariwisata lintas negara.
Sebagai langkah konkret menembus pasar mancanegara, KAI Wisata telah memperkuat kemitraan dengan agen travel di Asia dan Eropa. Perusahaan juga bersinergi dengan Kementerian Pariwisata serta Kementerian Luar Negeri untuk mempromosikan layanan kereta wisata Indonesia di panggung internasional.(JP02)















