JAKARTA,jurnalpapua.id – Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) mencatat pasar sepeda motor domestik tetap menunjukkan tren stabil sepanjang tahun lalu. Hal ini didorong oleh tingginya ketergantungan masyarakat terhadap sepeda motor sebagai alat transportasi produktif yang dinilai paling efisien dan efektif.
Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala, menjelaskan bahwa kemampuan pelaku industri dalam menjawab kebutuhan mobilitas harian masyarakat menjadi faktor kunci keberhasilan pasar. Sepeda motor hingga kini masih dianggap sebagai solusi utama untuk menunjang aktivitas ekonomi dan keseharian warga.
Berdasarkan data resmi AISI, segmen skuter matik (skutik) masih menjadi primadona mutlak dengan menguasai 91,7% total permintaan pasar nasional. Sementara itu, segmen motor bebek (underbone) memberikan kontribusi sebesar 4,46%, diikuti tipe sport sebesar 3,51%. Adapun penetrasi sepeda motor listrik tercatat masih berada di angka di bawah 1%.
Selain faktor fungsionalitas produk, Sigit menekankan bahwa stabilitas pasar juga sangat dipengaruhi oleh peran industri pembiayaan. Kemudahan akses pendanaan yang sehat memungkinkan masyarakat lebih fleksibel dalam memiliki kendaraan.
“Dukungan industri pembiayaan memiliki peran krusial. Pendanaan yang kuat memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan kemudahan saat ingin membeli sepeda motor,” ujar Sigit dikutip dari AISI.
Data menunjukkan bahwa skema pembelian secara kredit masih menjadi pilihan utama konsumen. Dengan kontribusi mencapai sekitar 65% dari total penjualan, sektor pembiayaan terbukti menjadi sistem pendukung (support system) yang vital dalam menjaga ritme pertumbuhan permintaan pasar otomotif roda dua di tanah air.(JP02)















