
JAKARTA,jurnalpapua.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Tapanuli Utara. Sebagai langkah awal pembangunan fisik, agenda ground breaking dijadwalkan akan dilakukan langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman pada Minggu (21/12).
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., menyatakan bahwa saat ini BNPB tengah fokus pada penguatan administrasi serta verifikasi data calon penerima bantuan. Hal ini bertujuan agar pembangunan tepat sasaran dan sesuai dengan standar keamanan bangunan tahan bencana.
“Kami juga meninjau rumah contoh di Desa Sibalanga sebagai acuan teknis hunian yang layak dan aman. Langkah ini dibarengi dengan sosialisasi kepada masyarakat mengenai mekanisme bantuan dan tahapan pemulihan,” ujar Muhari dalam keterangan resminya.

Berdasarkan data jangka panjang, pemerintah telah memetakan kebutuhan 5.974 rumah yang mengalami rusak berat. Untuk tahap awal, sebanyak 2.524 unit Hunian Sementara (Huntara) sedang dalam tahap identifikasi lahan di wilayah Tapanuli Tengah dan Langkat.
Di sisi lain, operasi darurat masih terus berlangsung di Sumatera Utara. Hingga Jumat (19/12), tercatat 369 jiwa meninggal dunia akibat banjir dan tanah longsor. Tim SAR gabungan masih dikerahkan di empat sektor krusial untuk mencari 71 orang yang dilaporkan hilang.
BNPB juga melaporkan bahwa pemulihan infrastruktur di 12 kabupaten/kota terdampak terus dipacu. Meski koridor Tarutung–Sibolga dan Sibolga–Batangtoru masih memerlukan penanganan intensif, sebanyak 362 titik gangguan infrastruktur mulai tertangani secara bertahap.
Terkait logistik, sebanyak 9,69 ton bantuan berupa pangan dan alat sanitasi telah didistribusikan hingga Jumat (19/12). Seluruh fasilitas kesehatan di Sumatera Utara pun dipastikan beroperasi penuh untuk melayani warga terdampak.
“BNPB berkomitmen tidak hanya membangun fisik bangunan, tetapi juga memulihkan aspek sosial ekonomi agar masyarakat dapat bangkit dan melanjutkan kehidupan dengan lebih baik,” tutup Muhari.(JP02)

















