
BINTUNI, jurnalpapua – Direktur CV Meyado Tangguh Utama (MTU), Agus Yusufi, menyampaikan klarifikasi terkait keluhan masyarakat Kampung Sebyar Arjosari Distrik Tomu kepada Wakil Bupati Teluk Bintuni, yang menyebut listrik penerangan rumah penduduk sering padam.
Sebagai pihak penyedia BBM untuk kebutuhan PLTD di Distrik Tomu, kata Agus Yusufi, selama ini selalu terpenuhi. “Kita ada bukti serah terima BBM-nya. (Kalau listrik padam) berarti itu masalah ada di operatornya,” kata Agus Yusufi kepada media ini, Minggu (14/12/2025) malam.
“Tapi setahu saya, (listrik) di Tomu itu nyala terus tidak pernah mati,” tandas Agus Yusufi.
Seperti diberitakan, warga di Kampung Sebyar Arjosari Distrik Tomu, Kabupaten Teluk Bintuni, mengeluhkan soal listrik penerangan yang dikelola UPTD Kelistrikan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman. Berhari-hari listrik padam, dan baru menyala menjelang kunjungan Wakil Bupati Joko Lingara pada Minggu (14/12/2025).
Fakta ini diungkapkan warga saat sesi dialog dengan Wakil Bupati Joko Lingara yang datang ke Kampung Sebyar Rejosari bersama unsur Forkopimda. Sejak 6 Desember 2025, listrik penerangan di kampung Sebyar Rejosari padam, dan baru menyala pada 13 Desember, atau sehari sebelum kunjungan Wakil Bupati.
“Saya mau bertanya kepada bapak, soal lampu. Disini kita PLTD mati-mati terus pak, jadi bagaimana kira-kira solusinya supaya lampu menyala,” kata Halimah Rombure, warga Sebyar Rejosari kepada Wabup Joko Lingara.
Baca Berita Terkait : Warga Sebyar Rejosari Mengadu Soal Listrik Penerangan, Baru Menyala Menjelang Kunjungan Wakil Bupati
Kembali disampaikan Agus Yusufi, tahun 2025, perusahaannya menerima kontrak pengadaan BBM listrik pedesaan yang dikelola UPTD Kelistrikan. Informasi yang diterima media ini, jumlah lisdes yang kebutuhan BBMnya dilayani CV MTU, sebanyak 38 lisdes.
Sesuai perjanjian kontrak, CV MTU menyediakan BBM jenis Dexlite. Agus Yusufi menegaskan, pihaknya tidak pernah menggunakan BBM Subsidi (Bio Solar) untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dalam perjanjian kontrak, kata Agus Yusufi, juga tidak disebutkan BBM itu harus disiapkan di tempat PLTD berada.
“Kewajiban kami hanya menyiapkan BBM, tapi tidak sampai mengantar BBM ke PLTD-nya. Karena tidak ada ongkos transportasi yang diberikan kepada kami selaku penyedia,” kata Agus Yusufi.
Dengan kondisi tersebut, maka CV MTU hanya menyiapkan BBM yang dibutuhkan di sejumlah pangkalan BBM yang ia miliki. Untuk melayani 38 lisdes, CV MTU memiliki enam pangkalan, mulai di Bintuni, Meyado, Tomu, Weriagar hingga Aroba.
“Jadi untuk para operator lisdes, silakan mengambil BBM yang telah kami siapkan di pangkalan terdekat. Misalnya kalau di pangkalan Tomu habis, silakan operator mengambil di Weriagar,” kata Agus Yusufi.
Jika tahun depan pihaknya masih dipercaya untuk pengadaan kebutuhan BBM lisdes, kami akan ajukan ongkos pengiriman ke titik PLTD. JP01













