
BINTUNI, jurnalpapua – Manajemen RS Pratama Babo Raya berencana mulai mengoperasikan layanan medisnya pada semester 2 tahun 2026. Salah satu persiapan yang saat ini dilakukan, adalah rekrutmen tenaga medis, mulai dokter, perawat hingga bidan.
Direktur RS Pratama Babo Raya, dr. Nova Sumihartini menjelaskan, proses rekrutmen itu sudah mulai dibuka sejak awal November 2025. Namun untuk tahap seleksinya, secara resmi baru dimulai pada Senin (1/12/2025).
“Untuk seleksinya, kita bagi menjadi tiga gelombang. Hari ini seleksi untuk tenaga kesehatan, seperti tenaga perawat dan bidan. Besok kita lanjut dengan seleksi tenaga farmasi, analis laboratorium medis dan tenaga kesehatan penunjang lainnya,” kata Nova.
Kemudian untuk gelombang kedua, akan dilakukan seleksi untuk tenaga administrasi kesehatan dan tenaga umum. Untuk seleksi tenaga medis, seperti dokter umum, dokter gigi hingga dokter spesialis, akan dilakukan di gelombang tiga.
Seluruh rangkaian seleksi itu, kata Nova, dilakukan mulai dari seeksi administrasi yang mencakup legalitas persyaratan berpaktik bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan, dilanjutkan dengan seleksi kompetensi berupa ujian tertulis, praktik dan wawancara serta psikotes.
Untuk tahap seleksi kompetensi, panitia akan menggunakan metode Objective Structured Clinical Examination (OSCE) dalam proses ujian praktiknya. Ini adalah metode penilaian standar untu menguji kompetensi klinis calon tenaga profesional di bidang kesehatan baik saat pendidikan maupun ujin pekerjaan profesi kesehatan.
Metode OSCE memiliki teknik ujian yang bersifat obyektif dan terstruktur, dimana peserta harus berpindah melalui beberapa station yang berisi skenario klinis berbeda dalam batas waktu tertentu. “Teknik ini untuk menguji keterampilan calon tenaga medis,” kata Nova.
Selama tahap seleksi administrasi, panitia menerima berkas lamaran secara fisik dan online. Metode ini ditempuh untuk membuka kesempatan bagi para tenaga kesehatan yang saat ini bertugas di wilayah pesisir maupun di luar Teluk Bintuni.
Ketua Panitia Seleksi, Semuel Manibuy menambahkan, selama tahapan seleksi administrasi, jumlah pelamar yang masuk ke meja panitia melebihi kuota penerimaan. Bahkan untuk posisi dokter umum, lebih dari 50 orang yang memasukkan berkas lamarannya.
“Antusiasme yang tinggi ini, menunjukkan kepercayaan publik atas apresiasi pemerintah daerah Teluk Bintuni terhadap tenaga medis dan tenaga kesehatan,” kata Semuel.
Tingginya minat pelamar untuk RS Pratama Babo Raya juga telrihat dari berkas lamaran dari tenaga kesehatan (bidan dan perawat). Sayangnya, kata Semuel, terdapat 10 sampai 15 persen pelamar dari profesi ini, tidak lolos seleksi administratif karena tidak adanya Sertifikat Kompetensi maupun Surat Tanda Registrasi (STR).
“Padahal STR nakes adalah bentuk dasar legalitas untuk dapat bekerja dan berpraktik sebagai tenaga kesehatan,” tukas Semual.
Seluruh peserta seleksi, ditambahkan Semuel, merupakan PNS, CPNS, PPPK dan Non ASN yang berasal dari berbagai Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes), baik ada ada di Teluk Bintuni maupun dari luar Teluk Bintuni.
Sedangan pengujinya, manajemen RS Pratama Babo Raya menggandeng para profesional dan klinis berpengalaman hasil kolaborasi dari Dinas Kesehatan Teluk Bintuni, RSUD Teluk Bintuni dan organisasi profesi dari masing-masing profesi kesehatan. JP01




















