26 Grup Siswa Ambil Bagian Lomba Tari Kontemporer Hari Pahlawan, SMA Negeri 1 Absen

0
98
Ratusan siswa SMP dan SMA/SMK ambil bagian dalam lomba tari kontemporer dalam rangka menyambut Hari Pahlawan Nasional 2025 di GSG, Kamis (13/11/2025).
Google search engine
Spread the love

BINTUNI, jurnalpapua – Masih dalam nuansa Hari Pahlawan Nasional tahun 2025, Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Teluk Bintuni menggelar Lomba Tari Kontemporer tingkat SMP, SMA/SMK dan MA di Gedung Serba Guna (GSG), Kamis (13/11/2025).

Sebanyak 25 grup tari siswa, ambil bagian dalam kegiatan untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan pernghargaan atas jasa para pahlawan. Dari jumlah itu, 15 grup tari berasal dari tingkat SMP, dan 11 grup dari siswa SMA/MA.

“Lomba ini menjadi wadah bagi pelajar untuk menyalurkan kreativitas seni tari yang memadukan unsur tradisi dan modernitas dengan semangat kepahlawanan,” ujar Saharoni Kosepa, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Dikbudpora yang juga sebagai Ketua Panitia Lomba.

Selain itu, tujuan digelarnya kegiatan yang sudah menjadi bagian program Dinas Dikbudpora ini adalah meningkatkan kebersamaan dan rasa persaudaraan antarpelajar se-Kabupaten Teluk Bintuni, serta menjadi ajang pembinaan dan pelestarian seni budaya daerah.

Sayangnya, tujuan mulia ini tidak diikuti semua sekolah yang ada di ibu kota kabupaten. Dari daftar peserta yang masuk di panitia, sekolah yang berpartisipasi dalam lomba ini adalah SMP Harmoni, SMP YPPK St. Monika, SMP Muhammadiyah Putri, SMP Negeri 2, SMP Negeri Sibena, SMP Terpadu, SMP Perintis Manimeri, SMP YPK dan SMP Jagiro.

Sedangkan tingkat SMA, yang berpartisipasi adalah SMA Sanawesyen,  SMK Negeri 1, SMA Harmoni, SMA YPK, SMA YPPK Arnoldus Janssen, SMA Muhammadiyah dan Madrasah Aliyah (MA) Baitul Amin. Tidak ada peserta grup tari dari SMA Negeri 1, sekolah favorit yang jumlah siswanya mencapai 600an anak.

“Anak-anak sebenarnya mau ikut, tapi gurunya tidak mengijinkan,” kata salah seorang orantua siswa yang anaknya sekolah di SMA 1.

Wakil Bupati Teluk Bintuni, Joko Lingara, sebelum secara resmi membuka kegiatan tersebut menyampaikan, seni tari merupakan sarana penting dalam mengembangkan potensi dan karakter generasi muda.

“Tari adalah ekspresi jiwa yang mengajarkan keindahan, kedisiplinan, dan kerja sama. Melalui tari kontemporer, anak-anak belajar menggabungkan nilai tradisi dengan kreativitas modern. Ini adalah bentuk nyata dari semangat pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter,” kata Joko Lingara di hadapan ratusan peserta.

Ia juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dinas Pendidikan, para guru pembimbing, pelatih tari, serta seluruh peserta yang telah menunjukkan semangat luar biasa dalam kegiatan ini.

“Lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga momentum untuk membangun jati diri daerah dan menanamkan kecintaan terhadap seni dan budaya. Saya berharap, dari ajang ini akan lahir bibit-bibit unggul yang mampu membawa nama Teluk Bintuni ke kancah nasional bahkan internasional,” tambahnya.

Joko Lingara menegaskan bahwa kegiatan seni dan budaya sejalan dengan visi besar pemerintah daerah, yakni “Teluk Bintuni Serasi”  yang berarti Sehat, Energik, Religius, Andal, Smart, dan Inovatif. Melalui seni, diharapkan generasi muda dapat tumbuh menjadi pribadi yang sehat secara mental dan fisik, aman dari pengaruh negatif, serta inovatif dalam berkarya. JP01

Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here