Membutuhkan 16 Ton Beras Per Bulan, Dapur MBG Teluk Bintuni Menyerap Produksi Petani Lokal

0
272
Plt Sekda Kabupaten Teluk Bintuni, Frans Nikolas Awak, mencoba mesin pemanen padi saat panen raya di sawah Kampung Banjar Ausoy Distrik Manimeri, Sabtu (13/9/25).
Google search engine
Spread the love

BINTUNI, jurnalpapua – Petani padi di Kabupaten Teluk Bintuni, bisa bernafas lega karena tak lagi bingung menjual hasil panennya.

Keberadaan Yayasan Manbers Kasih Sejahtera (YMKS) yang menjadi mitra Badan Gizi Nasional (BGN) dalam penyiapan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Teluk Bintuni, berkomitmen membeli seluruh beras hasil produksi petani lokal.

Ivang A. Manibuy, Kepala Seksi Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Dinas Pertanian Kabupaten Teluk Bintuni, menyampaikan, permintaan beras yang disampaikan YMKS untuk memenuhi MBG, antara  8 sampai 16 ton perbulan.

“Tapi karena cuaca yang seperti sekarang, hari ini kami baru bisa mengirim 1 ton saja ke Dapur MBG,” kata Ivang, Sabtu (13/9/2025).

Cuaca yang sering turun hujan, menjadi kendala utama petani padi yang sudah memasuki masa panen, kesulitan mengeringkan hasil sawahnya. Padahal jika cuaca terik, Ivang bilang, kebutuhan beras di dapur MBG itu akan mudah dipenuhi petani.

Sebab, dari pengembangan lahan sawah seluas 100 hektare yang dicanangkan Bupati Teluk Bintuni pada awal tahun lalu, target produksinya mencapai 200 ton. Program ini secara resmi di-launching pada 17 Maret 2025. Program Pengembangan Tanaman Padi dilaksanakan selama lima bulan, mulai Juni sampai November tahun 2025.

Baca juga: Program 100 Hari Kerja Bupati Teluk Bintuni, 100 Hektare Padi Sawah Mulai Panen

Berdasarkan hasil survey langsung di lapangan menggunakan teknologi drone, luas tanam padi sampai dengan Agustus 2025 tercatat seluas 9.39 hektare, atau sekitar 96.39 persen dari target yang ditentukan. Lahan sawah ini berada Distrik Manimeri seluas 67 hektare, Tuhiba 18 hektare, Tembuni 6,75 hektare dan Mayado seluas 8,25 hektare.

Masa panen padi tersebut akan berlangsung secara bergiliran, menyusul waktu tanam oleh petani yang tidak bersamaan. Sampai tiga bulan ke depan, produksi beras oleh petani lokal Teluk Bintuni akan terus berlangsung.

Kata Ivang, Dinas Pertanian hanya menjadi jembatan penghubung atas penyerapan hasil produksi petani oleh YMKS.  “Pihak yayasan langsung melakukan transaksi dengan petani,” tukas Ivang. JP01

Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here