BINTUNI, jurnalpapua – Anggota DPRK Teluk Bintuni dari Fraksi Otsus, Korneles Yustinus Waney, menyoroti keberadaan Perusda Bintuni Maju Mandiri (BMM) yang hingga kini tak pernah berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Padahal, tujuan pokok dan fungsi didirikannya Perusda BMM berdasarkan Pasal 8 ayat 2 huruf b dalam Perda Nomor 6 tahun 2017, adalah sebagai salah satu penyokong PAD yang menjadi instrumen dalam struktur APBD Teluk Bintuni.
“Saya tidak melihat adanya bisnis Perusda BMM yang menghasilkan uang dan keuntungan untuk daerah. Yang terjadi saat ini justru perusda ikut menyerap APBD. Ini yang sangat ironis,” kata Korneles, Rabu (16/7/2025).
Ketika direktur perusahaan ini dipegang Max Samaduda yang saat ini sudah meninggal, secara bertahap Perusda mendapatkan penyertaan modal dari APBD Teluk Bintuni sesuai Perda Nomor 7/2017 Tentang Penyertaan Modal Daerah pada Perusahaan Umum Daerah Bintuni Maju Mandiri.
Pada tahun 2018, duit sebesar Rp 500 juta telah dikucurkan ke Perusda sebagai Penyertaan Modal awal. Kemudian tahun 2019 di cairkan lagi sebesar Rp 7,5 miliar dan tahun 2020 digelontorkan Rp 31 miliar.
“Dari semua itu berarti penyertaan modal yang diterima Perusda sudah 39 miliar. Tapi kemana saja larinya uang itu,” tandas Korneles.
Berita Terkait : Terima Penyertaan Modal 39 M, Konstribusi Perusda Terhadap PAD Masih Nol Rupiah
Sederet rintisan bisnis yang digagas almarhum Max Samaduda, tidak ada yang jelas ujung. Kapal SPOB Sisar Matiti yang diberli senilai Rp 7,7 miliar untuk usaha BBM, hingga kini tidak pernah jelas keberadaannya. Begitu juga rencana pembangunan resort atau hotel sebagai entitas bisnis jasa perusda BMM, juga tidak ada wujudnya.
Hanya jasa pengelolaan sampah yang dilakukan sejak tahun 2020 bekerjasama dengan OPD teknis di Pemda, yang sampai saat ini masih berjalan. Belum ada rintisan bisnis lain yang dijalankan, setelah nahkoda Perusda dipegang Valen Kainama selaku Pelaksana Tugas Direktur.
“Tupoksi Perusda itu bukan untuk mengelola APBD, tapi mendatangkan keuntungan yang bisa menyumbang APBD. Kondisi ini yang menurut saya harus dibenahi secara menyeluruh,” tukas Korneles. JP01





















