10 Wartawan Teluk Bintuni Ikuti Ujian Kompetensi

0
87
Spread the love

BINTUNI, jurnalpapua – Sebanyak 10 wartawan di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW), Senin (17/7/2023).

Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat penginapan Kartini Ruko Panjang Kalikodok ini menghadirkan dua penguji dari Lembaga Uji PWI Pusat, Izaac M. Tualessy dan M. Iqbal Irsyad.

Sejatinya ada 11 wartawan yang terdaftar sebagai peserta UKW ini, terdiri 5 orang untuk kelas kompetensi Wartawan Muda dan 6 orang untuk Kompetensi Madya.

“Ada satu peserta dari kelas Wartawan Muda yang mundur sebelum dimulai ujian,” kata Dina Rianti, Ketua Panitia UKW.

UKW angkatan pertama yang dilaksanakan PWI Teluk Bintuni dengan tema “Tingkatkan Profesionalisme, Integritas dan Intelektual Wartawan” ini dibuka Petrus Kasihiw, Bupati Teluk Bintuni.

Disampaikan Dina, UKW ini digelar PWI Teluk Bintuni sebagai penjabaran perintah Dewan Pers yang dituangkan dalam Peraturan Dewan Pers No.4 Tahun 2017 tentang Sertifikasi Kompetensi Wartawan yang memiliki enam tujuan, diantaranya Meningkatkan Kualitas dan Profesionalitas Wartawan serta Menjaga Harkat dan Martabat Kewartawanan sebagai profesi penghasil karya intelektual.

Sekretaris PWI Papua Barat, Jems Aisoki menyebut, peningkatan kompetensi wartawan dalam menjalankan profesi sebagai jurnalis, menjadi program prioritas pengurus PWI Papua Barat periode 2023-2028.

“Salah satu wujudnya adalah pelaksanaan UKW, karena saat ini kami sedang mendorong wartawan yang bergabung di organisasi PWI harus memiliki lisensi kompetensi, agar wartawan anggota PWI memiliki kapasitas dan kapabilitas dalam menjalankan tugas jurnalistik. Tidak menjadi wartawan yang abal-abal,” kata Jems, saat menyampaikan sambutan, mewakili Ketua PWI Papua Barat Bustam ST.

Izaac M. Tualessy, salah seorang penguji dalam kesempatan yang sama menyampaikan, pelaksanaan UKW memiliki 3 hulu, pertama; bagaimana seorang wartawan diuji pengetahuannya, kemudian soal keahliannya dan ketiga terkait etika.

Materi ujian yang diberikan adalah terkait dengan tugas sehari-hari para peserta dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistik.

“Meski sudah menjadi makanan sehari-hari, tidak menjadi jaminan peserta lulus ujian. Karena kami memiliki standar kompetensi yang harus dipenuhi, dan itu menjadi pegangan kami para penguji,” tukas Izaac.

Dari kegiatan yang akan berlangsung selama dua hari, setiap peserta mendapatkan 10 materi ujian, baik di kelas Wartawan Muda maupun kelas Wartawan Madya. JP01

Google search engine

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here