Ratusan Pencaker dan Alumni P2TIM Bintuni Ingin Bertemu Bupati

0
317
Ketua ikatan pencaker, Frans Asyerem (kiri), menunjukkan data jumlah pencaker dan Yakobus Apoki (kanan), menunjukkan puluhan sertipikat keahlian yang diperoleh dari P2TIM. Foto: Tantowi/JP
Spread the love

BINTUNI, jurnalpapua.id – Ratusan pencari kerja dan alumni Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas (P2TIM) yang masih menganggur, ingin bertemu langsung dengan Bupati Teluk Bintuni untuk mengadukan nasibnya.

Pertemuan dengan orang nomor satu di Kabupaten Teluk Bintuni ini, ingin dilakukan pencaker dan alumni P2TIM secara langsung tanpa perantara organisasi maupun lembaga.

Frans Asyerem, Ketua Ikatan Pencaker yang mewakili 300 an orang anggota menjelaskan, keinginan untuk bertemu secara langsung dengan Bupati Petrus Kasihiw MT ini, lantaran kecewa dengan organisasi atau lembaga yang selama ini menjadi mediator dalam memperjuangkan nasib mereka. Alasan ini dibenar Yakobus Apoki, ketua alumni P2TIM Bacth-VII.

“Kami mau duduk bicara langsung dengan Pak Bupati, supaya beliau mendengar langsung apa yang menjadi aspirasi kami. Kami tidak dalam rangka melawan pemerintah, kami mendukung segala program pembangunan yang sudah pemerintah rancang. Kami hanya ingin bekerja,” kata Frans saat menggelar jumpa pers dengan wartawan, Kamis (9/12/2021).

Jika jumlah pencaker yang diwakili Frans sebanyak 300 orang, jumlah alumni P2TIM yang menitipkan aspirasinya melalui Yakobus, tak kurang dari 700 orang. Sebab, dari 800 siswa P2TIM angkatan I sampai VIII yang sudah lulus, kata Yakobus, hanya 25 persen yang sudah bekerja. Sisanya masih menganggur, meski memiliki 24 sertipikat keahlian dari Petrotekno selaku pengelola P2TIM.

Masalah ini, kata Frans, sebelumnya sudah disampaikan ke Komisi B DPRD Kabupaten Teluk Bintuni, dengan di koordinir oleh salah satu organisasi kepemudaan. Merespons aspirasi itu, Bupati Petrus Kasihiw sudah mengeluarkan surat edaran kepada perusahaan yang ada di Bintuni, agar mengakomodir aspirasi pencaker maupun alumni P2TIM yang masih menganggur.

“Beberapa waktu lalu, kami mendengar pihak BP Tangguh mengadakan pertemuan untuk membicarakan masalah ini. Tapi yang membuat kecewa, organisasi dan yayasan yang selama ini menjadi mediator kami dalam menyalurkan aspirasi, tidak melibatkan kami dalam pertemuan itu. Apa hasil dari pertemuan tersebut, sampah sekarang juga tidak tahu, karena tidak disampaikan kepada kami,” kata Yakobus.

Dengan fakta-fakta itu, ikatan pencaker maupun alumni P2TIM merasa hanya dijadikan obyek untuk tujuan pihak-pihak tertentu. “Makanya dari keputusan rapat pencaker maupun alumni P2TIM, kami ingin bertemu dan bicara langsung dengan pak Bupati, tanpa perantara lagi,” tukasnya. JP01

Google search engine

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here