Hebat! 30 Anak Tujuh Suku Teluk Bintuni Terpilih Masuk Kejuruan Teknik Produksi Migas Ciloto

0
224
Bupati Teluk Bintuni, Ir Petrus Kasihiw MT mengalungkan tanda peserta pelatihan kepada Tania Manibuy, salah seorang siswa yang akan berangkat ke Petrotekno Ciloto, Sabtu (4/9/2021). Foto: Tantowi/JP
Spread the love

BINTUNI, jurnalpapua.id – Setelah melalui seleksi penerimaan yang cukup ketat, akhirnya 30 anak-anak dari tujuh suku di Kabupaten Teluk Bintuni berhasil lolos tes untuk mengikuti pelatihan kejuruan teknik produksi migas selama 18 bulan di Pusat Pelatihan Petrotekno Ciloto, Jawa Barat.

Untuk memulai pelatihan ini, secara resmi mereka diberangkatkan oleh Bupati Teluk Bintuni dari Kampus Pusat Pelatihan Teknik Industri Migas (P2TIM) Kabupaten Teluk Bintuni, Sabtu (4/9/2021) siang.

Petrotekno adalah penyedia Pelatihan Keterampilan Operasi, Pemeliharaan dan Konstruksi yang berbasis di Indonesia, dengan produk dan layanan yang dimiliki adalah pelatihan teknis industri dan manufaktur termasuk minyak, gas, pertambangan, semen, farmasi, pembangkit listrik dan petrokimia hilir.

Program rekrutmen calon siswa ini, sebelumnya dilakukan oleh Pemkab Teluk Bintuni bekerjasama dengan BP Indonesia dan Petrotekno sejak beberapa bulan lalu. David Christianto Kusuma, training center manager Petrotekno di Bintuni menjelaskan, proses seleksi calon siswa angkatan perdana untuk kurikulum 1,5 tahun ini, dilakukan secara berjenjang.

Dari dua ratus pendaftar yang memenuhi syarat administratif sebanyak 174 anak, kemudian yang datang untuk tes dan interview menyusut menjadi 161 anak. Dari jumlah itu, kemudian dilakukan seleksi lagi oleh konsultan dan diambil 30 anak peringkat tertinggi.

Diantara materi dalam seleksi peserta didik ini adalah tes bahasa Inggris, matematika, dan wawancara kompetensi.

 “Mereka ini dari berbagai distrik yang ada di Kabupaten Teluk Bintuni. Makanya proses rekrutmen agak lambat, sekitar dua bulan, karena kendala cuaca yang menghambat akses kita ke beberapa kampung dan distrik,” kata David.

Bupati Teluk Bintuni, Ir Petrus Kasihiw berpesan agar anak-anak yang sudah terpilih itu mengikuti pelatihan dengan serius sehingga ketika kembali ke Bintuni, bisa mengaplikasikan ilmunya di perusahaan migas yang ada.

“Saya selaku Bupati, hanya kepanjangan tangan dari masyarakat dan orang tua orang tua yang berharap supaya anak-anak kita ini bisa mendapatkan kesempatan sekolah, kesempatan pendidikan yang lebih baik lagi. Program ini adalah salah satu upaya kita meningkatkan sumber daya manusia di Teluk Bintuni yang masih jauh tertinggal dari daerah lain. Tapi hari ini kita akan buktikan, bahwa anak-anak kita akan mampu bersaing untuk membangun daerah sendiri,” ungkapnya. JP01

Google search engine

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here