JAKARTA, jurnalpapua – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menyatakan bakal memosisikan diri sebagai mitra strategis sekaligus pengawas jalannya roda pemerintahan. Organisasi ini sepakat untuk mengawal iktikad baik Prabowo dalam memimpin bangsa.
Ketua Umum SMSI Firdaus mengatakan, dukungan terhadap pemerintah ini bukan tanpa syarat. SMSI memastikan akan tetap melempar kritik jika implementasi kebijakan di lapangan melenceng dari kepentingan publik.
“Kita mendiskusikan secara terbatas mengenai jalannya pemerintahan. Kita sepakat menjaga pemikiran baik Bapak Prabowo, tetapi kami juga harus terus mencermati dan memberikan masukan konstruktif,” kata Firdaus, Selasa (3/10/2026) malam di Jakarta.
Sikap kritis yang objektif menjadi benang merah dalam diskusi malam itu. Mantan Duta Besar Indonesia untuk Ukraina yang kini menjadi Ketua Dewan Pakar SMSI, Yuddy Chrisnandi, menegaskan, bahwa SMSI harus menjadi tulang punggung, katalisator, dan stabilisator yang bergerak di atas rel konstitusi.
Menurut Yuddy, dukungan penuh akan diberikan sepanjang niat atau nawaitu pemerintah tetap lurus demi kemajuan rakyat.
Senada dengan Yuddy, jurnalis senior Hersubeno Arif menilai publik perlu melihat kepemimpinan Prabowo secara proporsional. Ia melihat ada keberpihakan yang jelas dari sang presiden terhadap kepentingan nasional, sehingga respons masyarakat pun harus objektif.
Beberapa poin keputusan SMSI itu, dihasilkan dalam diskusi kecil yang berlangsung di sebuah restoran di kawasan Gambir, Jakarta Pusat.
Meski dibalut dalam suasana santai makan malam, pertemuan ini menelurkan sikap tegas dari organisasi yang menaungi ribuan media siber tersebut.
Pertemuan yang dihadiri oleh sejumlah tokoh seperti Guru Besar STIK Polri Albertus, jurnalis senior Sukriansyah S. Latief, serta jajaran pengurus pusat SMSI ini berakhir menjelang larut malam. Sebagai tindak lanjut, SMSI bakal merangkum poin-poin krusial hasil diskusi malam itu menjadi dokumen rekomendasi strategis dan karya literatur.
Dokumen ini rencananya akan diserahkan langsung kepada pemerintah sebagai sumbangsih pemikiran dari industri media siber nasional. rls

































