Belum Menjadi Juara Umum MTQ XI Papua Barat, Ketua LPTQ Teluk Bintuni Akan Lakukan Evaluasi

0
8
Wakil Bupati Joko Lingara yang juag Ketua LPTQ Teluk Bintuni, memeluk peserta kafilah MTQ XI Papua Barat yang baru tiba dari Kabupaten Kaimana, Kamis (9/7/2026).
Google search engine
Spread the love

BINTUNI, jurnalpapua – Kendati belum berhasil membawa pulang piala kemenangan, Ketua LPTQ Kabupaten Teluk Bintuni, mengaku bangga dan berterima kasih kepada Kafilah Teluk Bintuni dalam mengikuti MTQ XI Papua Barat yang berlangsung di Kaimana, 30 Juni – 4 Juli 2026.

Kegagalan kafilah Teluk Bintuni, akan menjadi bahan evaluasi agar dalam kegiatan serupa berikutnya, Teluk Bintuni bisa mendapatkan hasil yang maksimal.

“Saya ucapkan terima kasih banyak untuk kafilah Teluk Bintuni yang baru tiba dengan keadaan yang sehat walau ada guncangan ombak. Menanggapi hasil MTQ, kegiatan ini menjadi evaluasi bagi kami LPTQ Teluk Bintuni untuk mempersiapkan diri lebih baik, sehingga dimanapun kegiatan MTQ nanti akan dilakuka kita selalu siap untuk bertarung lagi,” kata Ketua LPTQ Joko Lingara, yang juga Wakil Bupati Teluk Bintuni.

Kepulangan rombongan kafilah Teluk Bintuni MTQ XI Papua Barat, diterima Joko Lingara di masjid Al Munawarah kompleks Pelabuhan. Sekitar 70 an orang kafilah ini pulang dengan naik KM Sabuk Nusantara.

Pelaksanaan MTQ XI tingkat Provinsi Papua Barat di Kaimana, secara resmi telah berakhir pada Sabtu (4/7/2026), ditutup oleh Wakil Gubernur Muhammad Lakotani yang juga Ketua LPTQ Papua Barat.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani menyampaikan bahwa setiap hasil yang diperoleh dalam pelaksanaan MTQ merupakan bagian dari proses pembelajaran, pembinaan, dan kesiapan yang telah dilakukan oleh masing-masing kafilah.

Sekretaris LPTQ Teluk Bintuni, Ahmad Ramadhan yang mendampingi kafilah Teluk Bintuni dalam kegiatan ini menyampaikan, prestasi yang diperoleh kafilah Teluk Bintuni dalam MTQ ke XI tingkat Provinsi Papua Barat, lebih baik dan ada peningkatan signifikan disbanding pencapaian pada momen sebelumnya.

Kendati demikian, ia menyayangkan masih adanya kontingen dari kabupaten lain, yang diduga masih mendatangkan peserta dari luar Papua Barat untuk bertarung di ajang MTQ XI. Adanya impor peserta dari luar Papua Barat yang kualitas dan kemampuannya jauh lebih baik ini, menimbulkan persaingan yang tidak sehat.   

“Kedepan kami berharap kepada LPTQ Papua Barat agar melakukan kebijakan, larangan mendatangkan peserta dari luar, sehingga putra putri Papua Barat dapat bersaing lebih sehat, lebih enak dan lebih nyaman. Kalau kafilah Teluk Bintuni, murni anak daerah. 100 persen bisa dipertanggungjawabkan,” tukas Ahmad Ramadhan. JP01

Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here