OJK Sebut Ekonomi Global Masih Positif, tapi Waspada Risiko Perang Dagang

0
44
Google search engine
Spread the love

JAKARTA,jurnalpapua.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) buka suara terkait gejolak ekonomi global yang kian memanas di awal tahun 2026. Dalam pertemuan berkala yang digelar pada 25 Februari 2026, para dewan komisioner menilai sektor jasa keuangan (SJK) tanah air masih berdiri kokoh, meskipun ancaman resesi dari negara adidaya dan ketegangan geopolitik mulai membayangi.

Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi, M. Ismail Riyadi menegaskan, meskipun manufaktur global dan kepercayaan konsumen menunjukkan grafik positif, OJK mengidentifikasi setidaknya dua sumber utama yang bisa menggoyang pasar: memanasnya situasi di Timur Tengah dan arah baru kebijakan perdagangan Amerika Serikat.

“Dua hal ini dinilai menjadi “batu sandungan” (downside risk) yang bisa memicu volatilitas tinggi di pasar keuangan global.”tegas M.Ismail dalam keterangan resmi Rabu (4/3/2026)

Kekhawatiran itu bukannya tanpa alasan. Perekonomian AS sendiri tiba-tiba terseok-seok pada kuartal IV-2025, hanya tumbuh 1,4 persen—jauh dari prediksi pasar 2,5 persen. Penurunan ini dipicu oleh konsumsi yang lesu dan imbas dari penutupan pemerintahan (government shutdown).

“Ironisnya, di tengah perlambatan ini, inflasi di Negeri Paman Sam justru kembali merangkak naik. Alhasil, harapan pasar akan pemangkasan suku bunga The Fed dalam waktu dekat pun memudar, tergantikan oleh skenario suku bunga tinggi yang lebih panjang alias higher for longer.”ujarnya

Sementara itu, situasi tak jauh berbeda terjadi di Asia. Raksasa ekonomi Tiongkok masih bergelut dengan krisis properti yang tak kunjung usai dan permintaan domestik yang loyo. Untungnya, sektor eksternal mereka masih bisa menyelamatkan wajah ekonomi dengan mencatatkan surplus.

Dari sisi domestik, perekonomian Indonesia di kuartal IV2025 mencatat pertumbuhan yang solid yaitu sebesar 5,39 persenyoy, sehingga secara keseluruhan tahun 2025 tumbuh 5,11 persen. Inflasi headline meningkat terutama akibat efek basis rendah tahun sebelumnya.

“Indeks Keyakinan Konsumen masih berada di zona optimistis meskipun menunjukkan moderasi dan aktivitas manufaktur tetap berada dalam fase ekspansif pada awal 2026.”tutup M.Ismail. (JP02)

Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here