SURAKARTA,jurnalpapua.id – Suara gemuruh barongsai dan lincahnya atraksi Bian Lian akan menyambut pengunjung Solo Safari saat program Safari Spring Fortune digelar pada 13–17 Februari. Mengusung nuansa Tahun Kuda Api, kawasan taman satwa di Kota Solo ini berubah menjadi panggung perayaan Imlek yang meriah, memadukan hiburan budaya dan wisata edukatif dalam satu kunjungan keluarga.
Setiap hari sejak pukul 10.00 WIB, Panggung Terbuka Solo Safari menjadi pusat atraksi spesial—dari pertunjukan Barongsai Tonggak, Bian Lian Show, hingga Overflow Dance. Bukan hanya satwa yang menjadi bintang, tetapi juga para seniman dan karakter khas Imlek yang siap membagikan keceriaan sepanjang periode liburan.
Tak hanya menyuguhkan atraksi panggung, Solo Safari juga menghadirkan pengalaman interaktif yang jarang ditemukan di destinasi wisata lain. Kehadiran maskot Jaja dan Caca yang berkeliling area taman menjadi magnet tersendiri, terutama bagi anak-anak yang antusias berfoto dan bermain bersama. Karakter lucu khas Solo Safari ini memang selalu dinanti-nantikan dalam setiap momen spesial, dan perayaan Imlek kali ini menjadi kesempatan emas bagi keluarga untuk mengabadikan momen liburan bersama mereka.
Sementara itu, semarak perayaan makin lengkap dengan kehadiran Cai Shen, atau Dewa Rezeki, yang menyapa satu per satu pengunjung. Berbalut jubah khas dengan senyum ramah, ia tak sekadar berpose untuk kamera, tetapi juga membagikan energi positif dan simbol keberuntungan di tengah hiruk-pikuk kawasan taman. Interaksi spontan ini kerap mencuri perhatian dan menjadi cerita tersendiri yang dibawa pulang pengunjung.
Madani Matadian, Marketing Communication Solo Safari, menyebut bahwa kehadiran tarot reading menjadi daya tarik unik yang membedakan Safari Spring Fortune dari program liburan sebelumnya.
Dari sisi edukasi, Solo Safari tetap konsisten menghadirkan pertunjukan satwa yang berjalan seperti biasa. Pengunjung tetap dapat menyaksikan berbagai atraksi interaktif bersama hewan, sembari menikmati nuansa Imlek yang telah disulap di berbagai sudut taman.
“Perpaduan antara edukasi dan budaya ini dinilai menjadi nilai tambah yang membuat Solo Safari tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak.”tutup Madani.(jp02)


















