JAKARTA,jurnalpapua.id – Berdasarkan laporan data terbaru dari penyedia intelijen pasar Appfigures, aplikasi kecerdasan artifisial Sora mengalami penurunan minat yang tajam dari pengguna dalam beberapa bulan terakhir. Tren negatif ini tercermin dari angka unduhan dan pengeluaran konsumen di dalam aplikasi (in-app spending) yang merosot drastis.
Data menunjukkan, jumlah instalasi Sora pada Desember 2025 telah turun 32% secara bulanan. Penurunan ini berlanjut bahkan semakin dalam pada Januari 2026, di mana unduhan aplikasi kembali anjlok sebesar 45% menjadi hanya sekitar 1,2 juta. Tidak hanya minat mengunduh, keinginan pengguna untuk berbelanja di dalam aplikasi juga menyusut. Pengeluaran konsumen pada Januari turun 32% menjadi USD 367.000, jauh dari puncaknya sebulan sebelumnya yang mencapai USD 540.000.
Dampak dari penurunan ini langsung terlihat pada peringkat aplikasi. Saat ini, Sora telah terlempar dari daftar 100 besar aplikasi gratis di App Store Amerika Serikat dan bertengger di posisi ke-101. Posisinya di Google Play Store bahkan lebih rendah, yaitu di peringkat ke-181 secara global.
Secara kumulatif, sejak diluncurkan, total unduhan Sora di platform iOS dan Android telah mencapai 9,6 juta dengan total pendapatan kumulatif sebesar USD 1,4 juta.
Beberapa analis pasar menduga penurunan ini dipicu oleh persaingan yang semakin ketat di ekosistem aplikasi berbasis AI. Kehadiran model lain seperti Gemini Nano Banana dari Google yang terbukti kuat, serta fitur Vibes Video dari Meta AI yang berhasil menarik perhatian pengguna, disebut-sebut menjadi faktor pendorong memudarnya minat terhadap Sora.
Data terbaru ini memberikan gambaran nyata tentang dinamika cepat dan kompetitif pasar aplikasi AI, di mana loyalitas pengguna dapat dengan mudah berpindah seiring dengan inovasi dan penawaran baru yang muncul dari para pesaing.(JP02)


















