
LHOKSEUMAAWE,jurnalpapua.id – BNPB bersama BPBD telah menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada 74 kepala keluarga terdampak banjir di Kota Lhokseumawe, Aceh. Penyerahan bantuan dilakukan di Kantor Desa Ujong Pacu pada Jumat (30/1).
Bantuan tersebut merupakan skema penggantian hunian sementara bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat akibat banjir pada November 2025. Dana sebesar Rp 600.000 per KK per bulan akan disalurkan selama tiga bulan untuk kebutuhan sewa tempat tinggal sementara atau pemenuhan kebutuhan dasar.
Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, menyatakan penyaluran telah dilakukan penuh sesuai data by name by address (BNBA) dari pemerintah kota melalui transfer ke Bank Syariah Indonesia. DTH merupakan amanat UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.
“Dengan dana ini, masyarakat terdampak dapat memenuhi kebutuhan tempat tinggal sambil menunggu hunian tetap selesai dibangun,” jelas Abdul Muhari.
Kepala Desa Ujong Pacu menyampaikan apresiasi atas bantuan pemerintah melalui BNPB yang mendukung pemulihan masyarakat.
Selain DTH, BNPB juga membangun 67 unit hunian sementara (huntara) bagi warga dengan kerusakan rumah berat. Saat ini progres pembangunan telah mencapai 80%.
Huntara tersebar di empat lokasi: 55 unit di Desa Blang Naleung Mameh (Kecamatan Muara Satu), 10 unit di Desa Jambo Timur (Kecamatan Blang Mangat), serta masing-masing 1 unit di Desa Ulee Jalan dan Desa Uteunkot. Setiap unit dilengkapi kamar tidur, kamar mandi, listrik, dan perlengkapan penunjang aktivitas harian.
Pembangunan huntara ditargetkan selesai pada 5 Februari dan siap dihuni pada 7 Februari. “Percepatan terus diupayakan agar warga dapat menjalani Ramadan di tempat yang lebih layak,” tutup Abdul Muhari.(JP02)










